Nailatullah, Azzah Safana (2025) Efek Penambahan Pati Sebagai Sumber Karbon Pada Kinerja Halofilik Microbial Fuel Cell (MFC) pada Bakteri Bacillus Clausii J1G-0%B. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Archive
Azzah Safana Nailatullah.zip Download (5MB) |
|
|
Text
COVER.pdf Download (134kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (160kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (143kB) |
|
|
Text
ABSTRACT.pdf Download (132kB) |
|
|
Text
BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (208kB) |
Abstract
Limbah industri seafood yang terus meningkat mengandung protein,
minyak, karotenoid, mineral serta senyawa lainnya yang dapat mengurangi
ketersediaan oksigen pada ekosistem. Untuk pengolahan limbah yang ramah
lingkungan digunakan microbial fuell cell (MFC) dengan bakteri halofilik yang dapat
bertahan hidup pada kondisi salinitas tinggi dengan jenis Bacillus clausii J1G-0%B
sebagai biokatalis untuk mengkonversi pati sebagai sumber karbon kompleks yang
berlimpah dan potensial tanpa pemrosesan lebih lanjut menjadi energi listrik.
Penelitian ini dilakukan melalui pengujian MFC dengan variasi konsentrasi pati 10,
30, 50 mg/ml dengan membandingkan substrat gula sederhana (glukosa dan
sukrosa) pada konsentrasi yang sama. Karakterisasi MFC meliputi dua tahap yaitu,
uji setengah sel yang meliputi: cyclic voltammetry (CV); rate determining step
(RDS); electron transfer rate constant (ks); uji perubahan pH dan uji kadar amonia
sebagai uji pendukung, tahap selanjutnya dilakukan uji sel penuh yang meliputi:
pembuatan kurtum; analisis voltase; analisis rapat daya maksimum, analisa biofilm.
Berdasarkan hasil uji elektrokimia setengah sel dan sel penuh diketahui bahwa
diantara variasi pati yang diuji, variasi pati 10 mg/ml merupakan kondisi optimal laju
transfer elektron paling besar yaitu 0,834 ± 0,170 s-1 dan nilai MPD sebesar 4,134
mW/m2, dengan molekul sitokrom a Fe2+/Fe3+ dan c1 Fe2+/Fe3+ yang bertindak
sebagai molekul pembawa. Kinerja sumber karbon pati masih tertinggal jauh dari
kondisi paling optimal secara keseluruhan dicapai oleh glukosa 50 mg/ml
menghasilkan laju transfer elektron 1,356 ± 0,224 s-1 dan MPD 30,359 mW/m2. Hasil
ini mengindikasi bahwa pati belum dapat digunakan secara maksimal untuk
meningkatkan output daya MFC oleh bakteri Bacillus clausii J1G-0%B
dikarenakan kompleksitas struktur polisakarida yang membatasi efisiensi transfer
elektron.
Kata Kunci: Pati, Bioenergi; Bioresource; Electron transfer
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 03 Nov 2025 07:27 |
| Last Modified: | 03 Nov 2025 07:27 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40586 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
