Search for collections on Undip Repository

RETELLING RED RIDING HOOD FOR ADULT: INTERTEKSTUAL DONGENG ROTKÄPPCHEN KARYA BROTHERS GRIMM DAN NOVEL LITTLE RED RIDING HOOD KARYA RUWI MEITA (KAJIAN SASTRA BANDINGAN)

Ambarwaty, Fitria Nurul (2023) RETELLING RED RIDING HOOD FOR ADULT: INTERTEKSTUAL DONGENG ROTKÄPPCHEN KARYA BROTHERS GRIMM DAN NOVEL LITTLE RED RIDING HOOD KARYA RUWI MEITA (KAJIAN SASTRA BANDINGAN). Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.

[thumbnail of SKRIPSI FITRIA NURUL AMBARWATY.pdf] Text
SKRIPSI FITRIA NURUL AMBARWATY.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Ambarwaty, Fitria Nurul. 2023. “Retelling Red Riding Hood for Adult: Intertekstual
Dongeng Rotkäppchen Karya Brothers Grimm dan Novel Little Red Riding Hood
Karya Ruwi Meita (Kajian Sastra Bandingan),” Skripsi. Program Studi Sastra
Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro.
Kajian intertekstual adalah kajian teks yang melibatkan teks lain dengan mencari
dan mengkaji hubungan tersebut. Hal ini berangkat dari asumsi bahwa sebuah karya
tulis tidak mungkin lahir dari situasi kekosongan budaya. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis unsur intertekstual dan mengungkap hipogram dalam dongeng
Rotkäppchen karya Brothers Grimm dan novel Little Red Riding Hood karya Ruwi
Meita. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan. Teori yang digunakan adalah
unsur intrinsik novel, struktur narasi Vladimir Propp, dan teori intertekstual Julia
Kristeva. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah teknik simak
catat. Metode analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu identifikasi data,
penafsiran data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan
bahwa dongeng Rotkäppchen merupakan hipogram dari novel Little Red Riding
Hood karena hadir lebih dulu di Jerman pada tahun 1812. Dalam penentuan
hipogram didapatkan 10 bentuk ekspansi, 3 konversi, 14 modifikasi, dan 18 ekserp.
Berdasarkan analisis unsur intrinsik dapat diketahui bahwa kedua karya memiliki
struktur naratif yang hampir sama. Persamaan struktur tersebut terletak pada tokoh
utama dan antagonis, plot lurus, latar tempat hutan dan rumah nenek, dan sudut
pandang. Sedangkan, perbedaannya terletak pada tokoh tambahan dan protagonis,
latar sosial-budaya, serta tema dan amanat yang memiliki sedikit kesamaan, namun
disesuaikan dengan sasaran pembaca. Pangsa pasar novel Ruwi Meita lebih
diperuntukkan bagi dewasa, walau ceritanya didasarkan oleh dongeng anak
Rotkäppchen karya Grimm. Pesan yang ingin disampaikan Grimm adalah
pentingnya kewaspadaan serta refleksi diri, sementara Ruwi Meita ingin
memberikan pesan pemberdayaan bahwa para wanita memiliki kekuatan dan
kapabilitas untuk melindungi diri dalam situasi tidak aman.
Kata kunci: intertekstual, hipogram, unsur intrinsik, Dongeng Rotkäppchen, Novel
Little Red Riding Hood, Grimm

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature
Depositing User: Tugirin
Date Deposited: 03 Nov 2025 03:44
Last Modified: 03 Nov 2025 03:44
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40576

Actions (login required)

View Item View Item