Amalia, Gina and Prajoko, Yan Wisnu and Puruhita, Niken (2025) Efektifitas Suplementasi Whey Protein Terhadap Derajat Mukositis, Kadar IL-6, dan TNF-Alpha Dalam Kanker Kepala Leher yang Menjalani Radioterapi untuk Mengurangi Adverse Effect yang Merugikan. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (Abstrak thesis)
abstrak thesis nana.pdf Download (120kB) |
Abstract
Latar Belakang: Kanker kepala leher (KKL) dapat menyebabkan malnutrisi baik akibat dari lokasi anatomis dari tumor ataupun efek dari terapi yang didapat sehingga mengurangi asupan energi dan protein. Radioterapi (RT) salah satu modalitas terapi KKL dapat menimbulkan komplikasi seperti Radiation-induced oral mucositis (RIOM) yang ditandai dengan eritema, edema, dan ulserasi pada mukosa mulut yang juga akan mempengaruhi asupan energi dan protein. Peradangan akibat RIOM dimediasi oleh sitokin terutama TNF-Alpha, IL-6. Asupan protein yang cukup berhubungan dengan proses penyembuhan luka dan mempertahanakan komposisi tubuh pada pasien KKL. Whey protein merupakan salah satu sumber protein yang memiliki komponen seperti laktoferin, α-laktalbumin dan κ-casein-derived peptide glycomacropeptide (GMP) yang dapat mengurangi peradangan. Suplementasi whey protein pada saat RT diharapkan dapat menurunkan derajat mukositis dan inflamasi pada pasien KKL selama RT
Metode. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan two groups parallel pretest and posttest control group design yang dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang pada Desember 2024-September 2025. Enam puluh pasien kanker kepala leher yang akan menjalani radioterapi telah memenuhi kriteria inklusi, selanjutnya dibagi secara acak menjadi dua kelompok: kelompok intervensi (whey protein sebanyak 30 gram/hari selama 14 hari sejak sinar ke 5) dan kelompok control (susu skim isokalori). Dalam penelitian ini seluruh pasien KKL yang akan menjalani RT dilakukan penilaian mukosa dan variabel perancu lainnya pada saat awal sebelum RT. Penilaian derajat mucositis dan pengambilan darah untuk pemeriksaan TNF-Alpha dan IL-6 dilakukan pada hari ke-1 dan hari ke-14 pemberian suplementasi. Analisis statistik menggunakan uji paired t, Wilcoxon, dan Mann Whitney. Sebelum penelitian berlangsung, protokol penelitian akan dimintakan ethical clearance dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro dan RSUP Dr. Kariadi
Hasil. Perbedaan bermakna ditemukan pada kadar TNF-Alpha pre dan post intervensi pada kelompok intervensi (p=0,008), dan derajat mukositis pre dan post intervensi pada kelompok intervensi (p<0,001) dan pada kelompok kontrol (p<0,001). Tidak ditemukan efek samping serius selama intervensi.
Kesimpulan. Suplementasi whey protein selama RT 30g/hari tidak mengurangi adverse effect yang merugikan pada pasien kanker kepala leher yang menjalani radioterapi.
Kata kunci: Whey protein, kanker kepala leher, TNF-Alpha, IL-6, mukositis, inflamasi.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Whey protein, kanker kepala leher, TNF-Alpha, IL-6, mukositis, inflamasi. |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program in Biomedical Science |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 03 Nov 2025 02:21 |
| Last Modified: | 03 Nov 2025 02:21 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40540 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
