Search for collections on Undip Repository

PEMBERIAN SUPLEMENTASI WHEY PROTEIN DALAM MENURUNKAN KADAR BIOMARKER INFLAMASI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI OPERASI Tinjauan terhadap Biomarker Inflamasi : TNF-α, dan NLR

Farinisa, Aliva Nabila and Puruhita, Niken and Prajoko, Yan Wisnu (2025) PEMBERIAN SUPLEMENTASI WHEY PROTEIN DALAM MENURUNKAN KADAR BIOMARKER INFLAMASI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI OPERASI Tinjauan terhadap Biomarker Inflamasi : TNF-α, dan NLR. Masters thesis, Diponegoro University.

[thumbnail of Thesis Biomedik] Text (Thesis Biomedik)
Aliva Nabila_22010123420029_THESISFINAL.pdf - Updated Version

Download (3MB)

Abstract

Latar Belakang: Respons inflamasi pascaoperasi memengaruhi penyembuhan luka dan pemulihan pasien kanker payudara. Whey protein diduga memiliki efek imunomodulator. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas suplementasi whey protein terhadap biomarker inflamasi TNF-α dan NLR pada pasien kanker payudara pascaoperasi.
Metode: Penelitian eksperimental dengan two groups parallel pretest-posttest control group design pada 60 subjek yang dibagi secara acak menjadi kelompok perlakuan (suplementasi whey protein 1,2-1,5 g/kgBB/hari, 7 hari pra dan pascaoperasi) dan kontrol (susu isokalori). Kadar TNF-α (ELISA) dan NLR (darah lengkap) diukur 7 hari praoperasi dan 24 jam pascaoperasi. Analisis data menggunakan uji Paired t-test, Independent t-test, Mann-Whitney, dan Wilcoxon.
Hasil: Analisis karakteristik dasar menunjukkan bahwa kedua kelompok memiliki karakteristik yang homogen pada variabel usia, indeks massa tubuh (IMT), dan jenis tindakan operasi (p>0,05), sehingga faktor-faktor tersebut tidak menjadi perancu terhadap hasil pengukuran TNF-α dan NLR. Selain itu, kadar TNF-α meningkat signifikan pada kedua kelompok pascaoperasi (p<0,001), namun tidak terdapat perbedaan selisih yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kontrol (3,75 ± 2,41 vs 3,24 ± 1,90 pg/mL; p=0,364). Sebaliknya, NLR meningkat signifikan pada kelompok kontrol (p=0,001) tetapi tidak pada kelompok perlakuan (p=0,358). Selisih peningkatan NLR antara kedua kelompok bermakna secara statistik (p=0,046), menunjukkan stabilisasi NLR pada kelompok yang mendapat whey protein.
Kesimpulan: Suplementasi whey protein tidak memengaruhi peningkatan TNF-α fase akut pascaoperasi, namun secara signifikan menstabilkan rasio NLR. Temuan ini mendukung peran whey protein sebagai suplementasi nutrisi perioperatif untuk memodulasi respons inflamasi sistemik pada pasien kanker payudara yang menjalani operasi.
Kata Kunci: Whey Protein, Kanker Payudara, TNF-α, NLR, Inflamasi, Pascaoperasi.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Whey Protein, Kanker Payudara, TNF-α, NLR, Inflamasi, Pascaoperasi.
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program in Biomedical Science
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 31 Oct 2025 07:46
Last Modified: 31 Oct 2025 07:46
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40529

Actions (login required)

View Item View Item