Gaznayah, Rif’at Fariqah (2025) Hybrid Molecularly Imprinted Membran (MIM) Berbasis Polieugenol-TiO₂ untuk Degradasi Limbah Organik Zat Warna Metilen Biru. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
01. Cover.pdf Download (86kB) |
|
|
Text
03. Lembar Pengesahan.pdf Restricted to Repository staff only Download (61kB) | Request a copy |
|
|
Text
05. Daftar Isi.pdf Download (290kB) |
|
|
Text
09. ABSTRAK.pdf Download (185kB) |
|
|
Text
10. ABSTRACT.pdf Download (182kB) |
|
|
Text
11. Bab I Pendahuluan.pdf Download (295kB) |
Abstract
Pencemaran air akibat limbah zat warna seperti metilen biru (MB)
menimbulkan masalah serius pada lingkungan karena sifatnya yang toksik dan sulit
terurai secara alami. Salah satu metode ramah lingkungan untuk mengatasinya
adalah kombinasi adsorpsi-fotokatalisis. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis
dan mengkarakterisasi membran polieugenol-TiO2 dengan metode Non-Imprinted
Membran (NIM) dan Molecularly Imprinted Membran (MIM), serta menguji
efektivitas dan selektivitas dalam mendegradasi MB. Penelitian ini meliputi
sintesis polieugenol menggunakan katalis BF3-dietileter yang menghasilkan serbuk
coklat kemerahan dengan rendemen 98,49%, sintesis TiO2 dengan metode sol-gel
yang menghasilkan serbuk putih dengan rendemen 88,79%. Pembentukan hidrogel
dari polieugenol-PVA dengan crosslinker PEGDE dan katalis NaOH 0,5 M
digunakan sebagai matriks dasar pembuatan membran NIM/MIM yang
diintegrasikan dengan TiO2 pada variasi (0,01%;0,05%;0,1%). Hasil karakterisasi
menunjukkan polieugenol memiliki serapan khas -OH fenolik (3435 cm-1) dan
OCH3 aromatik (1270 cm-1). TiO hasil sintesis menunjukkan pita regangan Ti-OTi (400-800 cm-1) dengan fasa anatase yang dikonfrmasi XRD pada pada 2θ =
25,41°, ukuran kristalit ±38 nm dan nilai band gap 3,3 eV. SEM-EDX membran
menunjukkan permukaan berpori dengan distribusi Ti, dengan rongga imprint MB
pada membran MIM. Uji fisik memperlihatkan MIM memiliki nilai porositas lebih
tinggi, lebih hidrofilik, nilai water uptake dan swelling yang lebih besar
dibandingkan NIM. Aplikasi fotokatalisis pada larutan MB 5 ppm (20 mL)
dilakukan selama 30 menit tanpa penyinaran (reaksi gelap) dilanjutkan 60 menit di
bawah sinar UV. Membran MIM 0,1% menghasilkan performa terbaik dengan
efisiensi degradasi 82,71% lebih tinggi dibandingkan NIM 0,1% 79,88%. Kinetika
reaksi mengikuti orde pertama dengan konstanta laju MIM 0,1% (0,0304 menit-1)
lebih tinggi dari NIM (0,0275 menit-1). Uji reuse membran MIM selama 3 siklus
menunjukkan penurunan efisiensi dari 80,24% menjadi 72,59% ,masih layak untuk
aplikasi berulang.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 30 Oct 2025 03:59 |
| Last Modified: | 30 Oct 2025 03:59 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40464 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
