Masruroh, Lazimatu (2023) TOPONIMI NAMA – NAMA DUSUN DI KECAMATAN KALIBAWANG KABUPATEN WONOSOBO (Kajian Antropolinguistik). Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
Skripsi_Lazimatu Masruroh_Sastra Indoneisia_13010118130076.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Masruroh, Lazimatu. 2023. “Toponimi Nama-Nama Dusun di Kecamatan Kalibawang
Kabupaten Wonosobo (Kajian Antropolinguistik)”. Skripsi (S1) Ilmu Sastra Indonesia.
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Semarang. Dosen Pembimbing Dr.
Suyanto M.Si.
Toponimi adalah ilmu bahasa yang mempelajari nama-nama tempat atau suatu
hal yang berhubungan erat dengan budaya masyarakat. Toponimi sering kali diacuhkan
oleh masyarakat yang bisa menyebabkan putusnya cerita sejarah dari suatu tempat.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi sejarah terbentuknya nama
nama dusun dan kategorisasinya berdasarkan kultural dan proses morfologis dari
nama-nama dusun tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melestarikan
kebudayaan masyarakat yaitu sejarah asal-usul penamaan dusun-dusun di Kecamatan
Kalibawang, Kabupaten Wonosobo.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan teori
antropolinguistik, toponimi, makna dan morfologis. Objek dalam penelitian ini yaitu
49 dusun yang terbagi dalam 8 desa di Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo.
Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai narasumber yang sesuai dengan
kriteria yang sudah di tentukan lalu dianalisis menggunakan metode padan dan agih.
Penyajian hasil analisis data adalah penyajian data secara informal dengan
mengidentifikasi dari permasalahan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
dari 49 dusun-dusun di Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo, terdapat 20
dusun yang termasuk kategori toponimi deskripsi, 2 dusun kategori toponimi asosiasi,
15 dusun kategori toponimi kejadian, 5 dusun kategori toponimi evaluatif, 2 dusun
kategori toponimi pergeseran, 7 dusun kategori toponimi eponim, 18 dusun kategori
toponimi inovasi linguistik, dan 11 dusun kategori toponimi kesalahan. Dari segi
kulturalnya, nama-nama dusun tersebut memiliki ciri khas masing-masing yang
dipercayai masyarakat sampai sekarang. Penamaan dusun-dusun tersebut juga
mengalami proses morfologis yang secara garis besar adalah proses kontraksi, dan
proses majemuk serangkai hingga membentuk kata baru sebagai nama-nama dusun
tersebut.
Kata kunci : antropolinguistik, toponimi dusun, makna, morfologi
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature |
| Depositing User: | Tugirin |
| Date Deposited: | 30 Oct 2025 02:58 |
| Last Modified: | 30 Oct 2025 02:58 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40443 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
