Gunawan, Aldilla Natasya (2023) DOA RITUAL DALAM UPACARA TRADISI“MITEMBEYAN DIBUAT”DI KECAMATANJAMPANG TENGAHKABUPATEN SUKABUMI(Kajian Antropolinguistik). Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
SKRIPSI_Aldilla Natasya Gunawan_13010119130057_FINAL.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Mitembeyandibuatmerupakan salah satu tradisi ritual dalam prosesi upacara daur hidup masyarakat Sunda dalam bidang pertanian. Upacara ritual ini dilakukansebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur kepada Tuhan agar senantiasa diberi keselamatan, kelancaran, keberkahan, serta hasil panen yang baik dan melimpah. Terdapat doa ritual atau mantra yang dilafalkan oleh pelaku ritual saat pelaksanaan upacara ritual mitembeyan dibuat. Doa ritual tersebut mengandung makna dan fungsi, nilai budaya dan norma, serta kearifan lokal dari tradisi itu sendiri.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan keterhubungan, kebernilaian, dan keberlanjutan doa ritual mitembeyandibuat. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Tanjungsari Kecamatan Jampang Tengah Kabupaten Sukabumi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan teori antropolinguistik yang dikemukakan oleh Sibarani mengenai tiga parameter antropolinguistik, yakni keterhubungan(interconnection), kebernilaian (valuability), dan keberlanjutan (continuity). Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode triangulasi yang menggabungkan metode simak, cakap, dan dokumen. Adapun analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan referensial, padan translasional, dan agih. Hasil analisis data penelitian disajikan dengan metode informal.
Hasil analisis dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa teks doa dalam upacara ritual mitembeyan dibuatmenjadi sarana komunikasi transendental dan penolak bala bagi masyarakat penuturnya. Teks doa ritual ini dibangun oleh 27 istilah yang mengandung makna kultural di dalamnya. Istilah-istilah tersebut menempati unsur judul, pembuka, niat, tujuan, sugesti, dan penutup. Dalam performansinya, teks doa ritual mitembeyan dibuat diikuti dengan ko-teks (paralinguistik, kinetik, proksemik, dan unsur material) beserta konteks (budaya, situasi, sosial, dan ideologi) yang menjadi satu kesatuan dan saling terhubung. Berdasarkan hal itu, teks doa ritual mitembeyan dibuat mengandung nilai-nilai budaya yang menjadi kearifan lokal bagi masyarakatnya. Keberlanjutan teks doa ritual mitembeyan dibuat sejalan dengan keberlanjutan tradisi ritualnya. Keberlanjutan tradisi ritual mitembeyan dibuat dilakukan oleh masyarakat pelaku ritual dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi sebagai upaya revitalisasi dan pelestarian tradisi ritualnya.
Kata kunci :antropolinguistik, doa ritual, tradisi mitembeyan dibuat,keterhubungan, kebernilaian, keberlanjutan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature |
| Depositing User: | Tugirin |
| Date Deposited: | 30 Oct 2025 02:40 |
| Last Modified: | 30 Oct 2025 02:40 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40436 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
