Search for collections on Undip Repository

Sintesis Molecularly Imprinted Polymer (MIP) Kurkumin melalui Polimerisasi Presipitasi dan Uji In Vivo pada Model Luka Eksisi Mencit

Putri, Nyandhea Aprilayana (2025) Sintesis Molecularly Imprinted Polymer (MIP) Kurkumin melalui Polimerisasi Presipitasi dan Uji In Vivo pada Model Luka Eksisi Mencit. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.

[thumbnail of Nyandhea Aprilayana Putri.zip] Archive
Nyandhea Aprilayana Putri.zip
Restricted to Repository staff only

Download (7MB) | Request a copy
[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf

Download (131kB)
[thumbnail of 5. DAFTAR ISI.pdf] Text
5. DAFTAR ISI.pdf

Download (267kB)
[thumbnail of 9. ABSTRAK.pdf] Text
9. ABSTRAK.pdf

Download (258kB)
[thumbnail of 10. ABSTRACT.pdf] Text
10. ABSTRACT.pdf

Download (209kB)
[thumbnail of 11. BAB I PENDAHULUAN.pdf] Text
11. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (258kB)

Abstract

Kurkumin merupakan senyawa bioaktif dengan aktivitas antioksidan,
antiinflamasi, dan antikanker, namun memiliki kelemahan berupa kelarutan rendah
serta stabilitas yang terbatas pada kondisi fisiologis. Molecularly Imprinted
Polymer (MIP) dipandang sebagai salah satu pendekatan yang dapat meningkatkan
kestabilan dan mengatur pelepasan kurkumin secara lebih terkendali. Penelitian ini
bertujuan untuk mensintesis, mengkarakterisasi, serta mengevaluasi pelepasan
kurkumin dari MIP hasil polimerisasi presipitasi, sekaligus menilai efektivitasnya
pada model penyembuhan luka. Sintesis MIP dilakukan menggunakan asam
metakrilat (MAA) sebagai monomer fungsional, etilen glikol dimetakrilat
(EGDMA) sebagai agen pengikat silang, dan benzoil peroksida (BPO) sebagai
inisiator dengan pelarut asetonitril. Karakterisasi dilakukan menggunakan Scanning
Electron Microscope-Energy Dispersive X-Ray (SEM-EDX) untuk analisis
morfologi dan komposisi unsur, serta Fourier Transform Infrared Spectroscopy
(FTIR) untuk identifikasi gugus fungsional. Uji pelepasan in vitro dilakukan
menggunakan sel difusi Franz dalam larutan PBS pH 7,4, sedangkan uji in vivo
dilakukan pada hewan uji mencit dengan metode luka eksisi. MIP yang didapatkan
dengan proses polimerisasi presipitasi memiliki morfologi serbuk halus berbentuk
bulat yang relatif seragam, dengan komposisi dominan karbon dan oksigen.
Spektrum FTIR menunjukkan keberadaan gugus karbonil (C=O) dan ikatan -C–O
dari MAA dan EGDMA. Pada uji in vitro, pelepasan kurkumin dari MIP setelah 8
jam mencapai 25,21%, lebih tinggi dibandingkan NIP sebesar 23,98%. Hasil in vivo
menunjukkan MIP mampu mempercepat penyembuhan luka ditunjukkan oleh
diameter luka yang lebih kecil dan persentase penyembuhan yang lebih tinggi.
Dengan demikian, MIP berbasis kurkumin berpotensi dikembangkan sebagai
sistem penghantaran obat transdermal dengan pelepasan berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry
Depositing User: Suhersi Rahmadhani
Date Deposited: 30 Oct 2025 02:28
Last Modified: 30 Oct 2025 02:28
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40431

Actions (login required)

View Item View Item