Search for collections on Undip Repository

“RAWAGAMBUT” KEBAKARAN DAN PRAHARA ALAM (ANALISIS EKOKRITIK GREG GARRARD)

Sanjaya, Tegar (2023) “RAWAGAMBUT” KEBAKARAN DAN PRAHARA ALAM (ANALISIS EKOKRITIK GREG GARRARD). Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.

[thumbnail of Skripsi Tegar Sanjaya_13010119130049.pdf] Text
Skripsi Tegar Sanjaya_13010119130049.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Sanjaya, Tegar. 2023. “Rawagambut” Kebakaran dan Prahara Alam (Analisis
Ekokritik Greg Garrard). Skripsi. Program Strata 1 Sastra Indonesia. Fakultas Ilmu
Budaya, Universitas Diponegoro, Semarang. Pembimbing satu Laura Andri Retno
Martini, S.S., M.A. dan pembimbing dua Khothibul Umam, S.S., M.Hum.
“Rawagambut” karya Conie Sema merupakan naskah lakon yang memiliki
kemiripan dengan peristiwa kebakaran hutan di Sumatera Selatan tahun 2015.
“Rawagambut” menjadi menarik untuk diteliti karena menggambarkan persoalan
lingkungan yang krusial dan masih relevan hingga hari ini, yaitu pembukaan lahan
perkebunan yang menimbulkan masalah-masalah lingkungan. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk memaparkan permasalahan ekologi dalam naskah lakon
“Rawagambut” dan relevansinya dengan kebakaran hutan di Sumatera Selatan pada
tahun 2015. Teori yang digunakan adalah teori struktur drama dan konsep ekokritik
Greg Garrard. Teori struktur drama digunakan untuk mengetahui unsur-unsur yang
membangun drama dan keterkaitan antar unsur sehingga dapat mempermudah
analisis objek material. Konsep ekokritik Greg Garrard digunakan untuk
menganalisis permasalahan ekologi dalam drama yang disertai dengan fakta-fakta
terkait sebagai data pembanding. Hasil analisis menunjukkan bahwa permasalahan
ekologi dalam “Rawagambut” di antaranya adalah degradasi lahan gambut,
pencemaran udara, instabilitas tempat tinggal, ancaman bagi satwa liar, dan
pemanasan global. Semua permasalahan ekologi tersebut disebabkan oleh peristiwa
kebakaran hutan yang dilatarbelakangi oleh ekspansi perkebunan. Di era sekarang,
kontradiksi antara wacana ekologi yang bertebaran dengan aksi di lapangan
membuat usaha merawat lingkungan menjadi terasa sia-sia. Berbeda jauh dengan
era Sriwijaya yang berhasil menciptakan hubungan harmonis dengan alam. Hasil
penelitian juga menunjukkan relevansi antara “Rawagambut” dengan peristiwa
kebakaran hutan di Sumatera Selatan pada tahun 2015.
Kata Kunci: “Rawagambut”, struktur, ekokritik, kebakaran hutan, permasalahan
ekologi.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature
Depositing User: Tugirin
Date Deposited: 29 Oct 2025 07:09
Last Modified: 29 Oct 2025 07:09
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40404

Actions (login required)

View Item View Item