Jatmiko, Ruruh (2022) MAKNA SIMBOLIK MITOS MBAH PETRUK DALAM NOVEL PRAU LAYAR ING KALI CODE KARYA BUDI SARDJONO (KAJIAN STRUKTURAL). Masters thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
Ruruh Jatmiko_Tesis_Susastra_Fix.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian analisis tesis ini bertujuan mengungkapkan makna simbolik mitos dalam novel Prau Layar ing Kali Code karya Budi Sardjono berdasarkan sudut pandang semiotika. Selanjutnya, mengenai novel tersebut akan disingkat menjadi novel PLKC. Adapun kaitannya dengan hal tersebut, maka terdapat dua rumusan masalah, yaitu: (1) bagaimanakah struktur unsur intrinsik dalam novel PLKC karya Budi Sardjono?; (2) Apa makna mitos-mitos yang terdapat dalam novel PLKC karya Budi Sardjono? Guna menjawab perihal rumusan masalah,
digunakanlah melalui pendekatan objektif dan teori struktural simbol makna mitos. Data penelitian mengenai simbol makna mitos novel PLKC berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat diduga ada identitas permasalahan yang perlu dikaji. Sumber penelitian dilakukan ialah menggunakan novel PLKC karya Budi
Sardjono yang dicetak pertama kali pada Agustus 2018.
Hasil analisis penelitian berupa deskripsi struktur unsur instrinsik dan simbol makna mitos dalam novel PLKC berdasarkan perspektif kajian struktural. Perihal struktur unsur intrinsik di dalam novel PLKC yang dikaji, yaitu: tema, tokoh, latar, alur, dan sudut pandang. Tema menceritakan tentang situasi kerusakan ekosistem akibat eksploitasi oleh penambangan liar dan ilegal di Kali Boyong hingga Kali Code. Tokoh novel PLKC berjumlah dua puluh delapan dan didominasi, yakni Mbah Petruk dan Sam sebagai tokoh aku. Latar dibagi menjadi tiga, yakni latar tempat, latar waktu, dan latar sosial budaya. Alur menceritakan tahap situasi, pemunculan konflik, peningkatan konflik, klimaks, dan
penyelesaian. Sudut pandang pengarang menempatkan seorang tokoh dengan gaya “aku”. Berdasarkan hasil analisis makna simbolik mitos dalam novel PLKC, yaitu: Mbah Petruk, Ki Semar, Gareng, Bagong, Kanjeng Ratu Kidul, Nyai Gadhung Melati, Ngarsa Dalem, Sam sebagai tokoh aku, Mbah Wakijan, kali Code, kali Opak, kali Progo, kali Bedhog, kali Winanga, kali Gajahwong, keris Antakarabhumi, sayur lodeh, Naga Pancala, prau layar, gunung Merapi, sedulur papat lima pancer, kerajaan Mataram, kali Boyong, Petilasan Banglampir. Adapun sarannya ialah sebagai rekomendasi dan acuan penelitian selanjutnya.
Kemudian secara analisis struktural novel PLKC ternyata pengarang ingin menunjukkan pembaca, peneliti, dan penikmat sastra agar teredukasi terhadap budaya Jawa yang dihubungkan dengan mitos. Oleh karena itu, mitos Jawa
memiliki peranan penting untuk mengukuhkan nilai-nilai budaya Jawa dan pengetahuan kreatifitas.
Kata kunci: Novel Prau Layar ing Kali Code, makna simbolik mitos, struktural
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Magister of Literature |
| Depositing User: | Tugirin |
| Date Deposited: | 29 Oct 2025 05:13 |
| Last Modified: | 29 Oct 2025 05:13 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40395 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
