Ikhsani, Moh (2023) KRITIK SOSIAL TERHADAP PENYAKIT SOSIAL MASYARAKAT PADA FILM 3 SRIKANDI KARYA IMAN BROTOSENO: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
Skripsi Moh Ikhsani.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Permasalahan sosial sering kali menjadi ide cerita dari suatu film. Salah satu tujuan
mengangkat permasalahan tersebut adalah untuk menyajikan kritik sosial. Film 3
Srikandi termasuk salah satu film yang mengangkat kritik sosial terhadap kebijakan
pemerintah dan terhadap perpecahan di dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan
untuk mendeskripsikan unsur naratif dan kritik sosial terhadap penyakit sosial pada
film 3 Srikandi. Sebelum mengungkapkan penyakit sosial, harus ditemukan terlebih
dahulu contoh-contoh masalah sosial yang ada dalam film 3 Srikandi, setelah itu
dilakukan analisis terkait masalah sosial yang ada. Teori yang dipakai adalah teori
film, naratif film, kritik sosial, dan sosiologi sastra. Metode pengumpulan data yang
digunakan adalah metode observasi yang dilakukan dengan teknik menonton dan
mencatat. Pertama, menonton film 3 Srikandi secara berulang-ulang, utuh, dan
teliti. Kedua, mencatat data-data yang diperoleh ketika menonton. Pengumpulan
data dilakukan berdasarkan pada tindakan, dialog, dan visualisasi pada film.
Hasil penelitian di bagian unsur naratif mengungkapkan bahwa film 3
Srikandi diperankan sebanyak 12 pemeran, dengan 4 pemeran utama dan 8 pemeran
pendukung. Kemudian terdapat 12 lokasi yang digunakan sebagai tempat untuk
bergerak para pemeran film. Pengambilan waktu terjadi pada pagi hari, siang hari,
sore hari, malam hari, 1987, dan 1988. Durasi filmnya adalah 123 menit, sedangkan
durasi cerita dimulai dari 1987 hingga 1988. Kemudian bagian kritik sosialnya,
penyakit sosial pada film ini adalah masalah disorganisasi keluarga dan masalah
kemiskinan. Masalah disorganisasi keluarga terjadi pada keluarga Nurfitriyana dan
Lilies Handayani, sedangkan masalah kemiskinan terjadi pada keluarga Kusuma
Wardhani. Pada masalah disorganisasi keluarga disebabkan karena masalah
komunikasi antara orang tua dengan anak, serta sikap orang tua yang berlebihan
dalam memberikan larangan atas keinginan atau pilihan anak. Sementara itu,
masalah kemiskinan disebabkan karena yang bertindak sebagai pencari nafkah di
dalam keluarga hanya ada satu orang, lalu tidak ingin memanfaatkan kesempatan
menjadi pegawai, dan sikap berlebihan orang tua dalam memaksakan kehendaknya
kepada anak.
Kata kunci: kritik sosial, unsur naratif, film, masalah sosial, sosiologi sastra
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature |
| Depositing User: | Tugirin |
| Date Deposited: | 29 Oct 2025 04:56 |
| Last Modified: | 29 Oct 2025 04:56 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40393 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
