Search for collections on Undip Repository

Formulasi dan Evaluasi Gel Nanoemulsi dan Krim Nanoemulsi Kurkumin secara in vitro dan in vivo untuk Penyembuhan Luka Eksisi

Lastri, Lastri (2025) Formulasi dan Evaluasi Gel Nanoemulsi dan Krim Nanoemulsi Kurkumin secara in vitro dan in vivo untuk Penyembuhan Luka Eksisi. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.

[thumbnail of 1. Cover.pdf] Text
1. Cover.pdf

Download (145kB)
[thumbnail of 3. Halaman Pengesahan.pdf] Text
3. Halaman Pengesahan.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (319kB) | Request a copy
[thumbnail of 5. Daftar Isi.pdf] Text
5. Daftar Isi.pdf

Download (228kB)
[thumbnail of 9. Abstrak.pdf] Text
9. Abstrak.pdf

Download (185kB)
[thumbnail of 10. Abstract.pdf] Text
10. Abstract.pdf

Download (186kB)
[thumbnail of 11. BAB I.pdf] Text
11. BAB I.pdf

Download (198kB)

Abstract

Kulit merupakan organ vital yang berfungsi sebagai pelindung tubuh dari
berbagai faktor eksternal. Luka eksisi yang menembus lapisan dermis rentan
mengalami infeksi sehingga membutuhkan terapi yang mampu mempercepat
proses penyembuhan. Kurkumin diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi,
antioksidan, dan antibakteri, namun bioavailabilitas yang rendah membatasi
efektivitas terapeutiknya. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan
kurkumin dalam bentuk nanoemulsi, gel nanoemulsi dan krim nanoemulsi, serta
mengevaluasi karakteristik fisikokimia, aktivitas antioksidan, aktivitas antibakteri,
profil pelepasan, dan efektivitas penyembuhan luka eksisi pada mencit. Nanoemulsi
diformulasikan menggunakan VCO, tween 80, dan PEG 400, kemudian
dikembangkan menjadi gel berbasis Na-CMC dan krim berbasis setil alkohol. Hasil
karakterisasi menunjukkan nanoemulsi kurkumin memiliki ukuran droplet 6,556
nm, transmitansi 99,27%, dan pH 5,43. Sediaan gel dan krim stabil secara fisik
dengan pH 6,54 dan 6,49. Uji aktivitas antioksidan menghasilkan IC50 sebesar 28,32
ppm dengan % inhibisi 65,49%, menandakan aktivitas sangat kuat. Namun,
nanoemulsi kurkumin tidak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap S. aureus
dan E. coli. Uji difusi Franz menunjukkan pelepasan kurkumin lebih tinggi pada
gel nanoemulsi (16,31%) dibanding krim (15,1%). Uji in vivo menunjukkan kedua
sediaan mempercepat penyembuhan luka eksisi, dengan efektivitas tertinggi pada
gel nanoemulsi (99,73%) dibanding krim (99,65%). Hasil ini menunjukkan gel
nanoemulsi kurkumin memiliki potensi sebagai kandidat terapi topikal untuk
penyembuhan luka.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry
Depositing User: Suhersi Rahmadhani
Date Deposited: 28 Oct 2025 08:49
Last Modified: 28 Oct 2025 08:49
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40373

Actions (login required)

View Item View Item