Marshanda, Allifiya Naila (2025) Pengaruh Konsentrasi NaCl pada Media Produksi terhadap Aktivitas Antibakteri Metabolit Sekunder Bakteri Halofilik Bacillus clausii J1G-0%B. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
1. COVER.pdf Download (102kB) |
|
|
Text
3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (244kB) | Request a copy |
|
|
Text
5. DAFTAR ISI.pdf Download (211kB) |
|
|
Text
9. ABSTRAK.pdf Download (121kB) |
|
|
Text
10. ABSTRACT.pdf Download (121kB) |
|
|
Text
11. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (195kB) |
Abstract
Bakteri halofilik merupakan mikroorganisme yang mampu hidup dan
berkembang dalam kondisi lingkungan berkadar garam tinggi serta diketahui
menghasilkan senyawa metabolit sekunder dan bioaktof dengan potensi agen
antibakteri, Bakteri halofilik Bacillus clausii J1G-0%B merupakan salah satu
bakteri halofilik yang memiliki potensi menjanjikan dalam produksi metabolit
sekunder dengan aktivitas antibakteri, dalam produksi metabolit sekunder,
komposisi media terutama konsentrasi NaCl berperan penting dalam proses
biosintesis sentawa aktif. Penelitian ini bertujuan unruk mengetahui pengaruh
variasi konsentrasi NaCl terhadap aktivitas antibakteri senyawa metabolit sekunder
serta menentukan konsentrasi NaCl optimum dengan aktivitas antibakteri
maksimum. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan, yang dimulai dengan
peremajaan dan adaptasi bakteri halofilik Bacillus clausii J1G 0%B pada variasi
konsentrasi NaCl, penentuan konsentrasi NaCl optimum melalui pengamatan kurva
pertumbuhan, uji antibakteri dan penapisan fitokimia, produksi dan ekstraksi
metabolit sekunder, erhitungan presentase inhibisi metabolit sekunder pada bakteri
patogen serta karakterisasi metabolit sekunder menggunakan metode FTIR. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi NaCl optimal untuk memproduksi
metabolit sekunder adalah konsentrasi NaCl 15% pada waktu inkubasi 168 jam
dengan rata rata zona bening 9,2 mm untuk bakteri uji Eschericia coli dan 10,8 mm
untuk bakteri uji Staphylococcus aureus. Ekstrak metabolit sekunder yang telah
diekstrak menggunakan etil asetat dengan rotary evaporator mampu menginhibisi
pertumbuhan bakteri dengan IC50 sebesar 0,689 mg/mL Staphylococcus aureus dan
0,789 mg/mL terhadap Escherichia coli. Hasil fitokimia menunjukkan bahwa
metabolit sekunder halofilik J1G-0% mengandung senyawa alkaloid, flavonoid,
tanin dan terpenoid.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 27 Oct 2025 02:10 |
| Last Modified: | 27 Oct 2025 02:10 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40312 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
