Satriawan, Permana Krida (2025) Aplikasi Keratinase dari Halomonas sp. pada Proses Unhairing dalam Penyamakan Kulit. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Archive
Permana Krida Satriawan.zip Restricted to Repository staff only Download (6MB) | Request a copy |
|
|
Text
1. COVER.pdf Download (225kB) |
|
|
Text
5. ABSTRAK.pdf Download (317kB) |
|
|
Text
6. ABSTRACT.pdf Download (314kB) |
|
|
Text
7. DAFTAR ISI.pdf Download (299kB) |
|
|
Text
11. BAB I.pdf Download (331kB) |
Abstract
Keratinase (EC.3.4.21/EC.3.4.24/EC.3.4.99.11) merupakan solusi ramah
lingkungan pada proses unhairing dalam penyamakan kulit. Keratinase dapat
mendegradasi substrat keratin pada rambut yang sulit terdegradasi secara alami.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isolat bakteri Bledug Kesongo yang
berpotensi untuk menghasilkan keratinase, mengidentifikasi pengaruh suhu dan pH
terhadap aktivitas keratinase, serta mengetahui aplikasinya pada perontokan rambut
di kulit sapi dan kulit kambing. Penelitian yang dilakukan mencakup skrining isolat
bakteri Bledug Kesongo penghasil keratinase, produksi keratinase dengan
Halomonas sp., pengujian aktivitas keratinase, dan pengujian aplikasi. Skrining
bakteri penghasil keratinase dilakukan dengan media Skim Milk Agar dan media
Minimum Salt Medium (MSM) dengan sumber karbon kulit kambing dan bulu
ayam. Keratinase Halomonas sp. diproduksi dalam Erlenmeyer 200 mL dengan
media Feather Meal Broth (FMB). Supernatan kultur fermentasi diuji aktivitasnya
dengan substrat bubuk bulu. Penelitian yang dilakukan menggunakan Rancangan
Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan perlakuan suhu 20 °C, 30 °C, 40°C dan pH
5, 7, 9, dan 11. Uji aplikasi keratinase dilakukan pada kulit sapi dan kambing
dengan metode pengusapan pada suhu inkubasi 30°C dan 40°C. Berdasarkan uji
analisis varians (ANOVA) dan Duncan’s Multiple Range Test (P<0,05), aktivitas
keratinase optimum dicapai pada suhu 40 °C dan pH 5, 7, dan 9. Hasil uji aplikasi
menunjukkan bahwa keratinase mampu membantu merontokkan rambut paling
efektif pada suhu 40 °C dengan lama waktu perontokan 24 jam pada kulit kambing
dan 48 jam pada kulit sapi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat
disimpulkan bahwa, bakteri Halomonas sp. yang bersumber dari Bledug Kesongo
mampu menghasilkan keratinase dan dapat diaplikasikan untuk proses unhairing
kulit kambing dan sapi secara efektif pada suhu 40ºC.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Biotechnology |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 24 Oct 2025 03:47 |
| Last Modified: | 24 Oct 2025 03:47 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40290 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
