Search for collections on Undip Repository

Imobilisasi Enzim Cephalosporin C Acylase Melalui Teknik Cross-linked Enzyme Aggregates (CLEA) dengan Penambahan Aminosilanized Magnetic Nanoparticles

Indriawati, Farah Hanifia (2025) Imobilisasi Enzim Cephalosporin C Acylase Melalui Teknik Cross-linked Enzyme Aggregates (CLEA) dengan Penambahan Aminosilanized Magnetic Nanoparticles. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.

[thumbnail of Farah Hanifia Indriawati.zip] Archive
Farah Hanifia Indriawati.zip
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy
[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf

Download (175kB)
[thumbnail of 4. ABSTRAK.pdf] Text
4. ABSTRAK.pdf

Download (211kB)
[thumbnail of 5. ABSTRACT.pdf] Text
5. ABSTRACT.pdf

Download (182kB)
[thumbnail of 6. DAFTAR ISI.pdf] Text
6. DAFTAR ISI.pdf

Download (170kB)
[thumbnail of 10. BAB I PENDAHULUAN.pdf] Text
10. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (230kB)

Abstract

Cephalosporin C Acylase (CCA) merupakan salah satu enzim yang
digunakan untuk memproduksi senyawa 7-Aminocephalosporanic Acid (7-ACA)
yang berperan sebagai prekusor utama untuk membuat antibiotik turunan
sefalosporin. Teknik imobilisasi enzim Cross-linked Enzyme Aggregates (CLEA)
menjadi salah satu teknik yang digunakan untuk memproduksi senyawa 7-ACA
karena kemampuannya untuk meningkatkan stabilitas enzim CCA bebas pada
kondisi lingkungan ekstrim, dan memungkinkan enzim untuk digunakan secara
berulang. Agregat enzim CCA terbentuk dari reaksi ikatan silang gugus amino
residu lisin pada permukaan enzim dengan gugus aldehid pada glutaraldehida (GA).
Proses imobilisasi enzim CCA pada penelitian ini dilakukan dengan menambahkan
Bovine Serum Albumin (BSA) sebagai koagregat dan Aminosilanized Magnetic
Nanoparticles (AMN) untuk meningkatkan stabilitas dan memudahkan proses
pemisahan enzim dengan sifat magnetiknya. Penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui potensi penambahan AMN pada imobilisasi enzim CCA, yang
dianalisis dengan membandingkan aktivitas mCLEA-CCA dan CLEA-CCA
melalui nilai yield imobilisasi dan expressed activity, dan mengetahui pengaruh
konsentrasi penambahan AMN (10-50 mg/mL), konsentrasi koagregat BSA (5-
25%), dan variasi konsentrasi glutaraldehida (GA) (0,0625-1%) sebagai crosslinker terhadap proses sintesis CLEA. Penelitian juga dilakukan untuk mengetahui
pH dan suhu optimum enzim, serta stabilitas enzim mCLEA-CCA, CLEA-CCA,
dan enzim CCA bebas terhadap pH dan suhu. Proses imobilisasi secara garis besar
memiliku dua tahapan, yaitu presipitasi enzim menggunakan ammonium sulfat dan
pengikatan silang menggunakan GA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
imobilisasi enzim dengan penambahan AMN (mCLEA-CCA) memiliki potensi
yang lebih baik dibanding CLEA-CCA dalam meningkatkan aktivitas enzim,
dengan kemampuannya dalam mengimobilisasi >95% enzim CCA bebas, dan
mempertahankan enzim untuk tetap aktif dengan kondisi optimalnya pada
konsentrasi BSA 10% (187,79%) dan GA 0,25% (160,50%). Selain itu, mCLEACCA menunjukkan stabilitas pH dan suhu yang lebih baik dibandingkan CLEACCA maupun enzim CCA bebas, dengan kondisi optimumnya pada pH 9 dan suhu
45°C.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Department of Biotechnology
Depositing User: Suhersi Rahmadhani
Date Deposited: 22 Oct 2025 04:44
Last Modified: 22 Oct 2025 04:44
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40237

Actions (login required)

View Item View Item