Zakiya, Difa Nuramalia Nuramalia (2025) Potensi Tempe Penghasil α-Amilase Inhibitor (αAI) menggunakan Isolat R1 dari Rhizopus sp. sebagai Produk Pangan Fungsional Antidiabetes. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Archive
Difa Nuramalia Zakiya 1.zip Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
|
|
Text
1. COVER.pdf Download (174kB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK.pdf Download (189kB) |
|
|
Text
5. ABSTRACT.pdf Download (185kB) |
|
|
Text
6. DAFTAR ISI.pdf Download (151kB) |
|
|
Text
10. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (213kB) |
Abstract
Diabetes melitus merupakan penyakit degeneratif yang menyerang sistem
metabolik yang menyebabkan hiperglikemia. Menurut data IDF pada akhir tahun
2021, ditemukan 45% manusia dari seluruh dunia terkonfirmasi menderita DM tipe
2 yang dipicu oleh obesitas, pola hidup, dan diet tidak seimbang. Tempe merupakan
pangan fungsional asli Indonesia hasil dari fermentasi kedelai oleh Rhizopus sp.
yang mengandung senyawa bioaktif yang bermanfaat untuk kesehatan sebagai
alternatif diet, salah satunya sebagai α-amilase inhibitor (αAI) dalam penurunan
kadar gula darah. Penelitian sebelumnya menemukan isolat Rhizopus sp. asal Bogor
(R1) memiliki aktivitas αAI tinggi, sehingga membuka peluang untuk meneliti
potensi tempe penghasil αAI sebagai pangan fungsional antidiabetes. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu fermentasi tempe menggunakan
isolat R1 terhadap aktivitas αAI, menentukan nilai IC50 dari ekstrak etanol tempe
dengan aktivitas αAI tertinggi, serta mengidentifikasi senyawa bioaktif yang
terbentuk dari fermentasi tempe yang berpotensi sebagai αAI. Fermentasi tempe
dilakukan selama 24, 48, 72, dan 96 jam untuk dianalisis karakteristik fisiknya
berdasarkan standar SNI 3144:2015. Aktivitas αAI diuji dengan metode DNS pada
supernatan tempe dan tempe dengan aktivitas αAI tertinggi digunakan untuk
diambil ekstraknya. Aktivitas αAI diuji dengan metode DNS dilakukan kembali
pada ekstrak etanol tempe dengan variasi konsentrasi (100, 250, 500, 750, dan 1000
ppm) untuk menentukan nilai IC50. Ekstrak etanol tempe terbaik juga digunakan
untuk analisis kandungan senyawa bioaktif menggunakan GC-MS. Hasil
karakterisasi fisik dan uji aktivitas αAI menunjukkan bahwa tempe 96 jam (T4)
merupakan hasil terbaik karena memenuhi standar SNI dan memiliki aktivitas αAI
tertinggi (63,41%), mendekati aktivitas αAI acarbose sebagai pembanding
(63,50%). Ekstrak etanol tempe T4 menunjukkan kemampuan inhibisi sangat kuat
terhadap α-amilase dengan nilai IC50 sebesar 14,72 ppm. Analisis GC-MS ekstrak
etanol tempe T4 mengungkapkan senyawa bioaktif dari golongan asam lemak
berupa asam palmitat, asam oleat, dan asam linoleat bekerja dalam aktivitas αAI
sebagai agen antidiabetes.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Biotechnology |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 22 Oct 2025 04:33 |
| Last Modified: | 22 Oct 2025 04:33 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40235 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
