Search for collections on Undip Repository

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK Graptophyllum pictum TERHADAP KADAR COX-2, CRP DAN SKOR MAKROSKOPIK KOLON PADA KOLITIS ULSERATIF Eksperimental pada tikus wistar

Subagio, Bernardus Widodo and Lestari, Endang Sri and Prasetyo, Sigit Adi (2025) PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK Graptophyllum pictum TERHADAP KADAR COX-2, CRP DAN SKOR MAKROSKOPIK KOLON PADA KOLITIS ULSERATIF Eksperimental pada tikus wistar. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of ABSTRAK TESIS] Text (ABSTRAK TESIS)
ABSTRAK-THESIS.pdf

Download (404kB)

Abstract

Kolitis ulseratif merupakan penyakit inflamasi kronis pada kolon yang ditandai oleh peningkatan mediator proinflamasi seperti Cyclooxygenase-2 (COX-2) dan C-Reactive Protein (CRP), serta perubahan makroskopik kolon. Terapi konvensional memiliki
keterbatasan efek samping jangka panjang, sehingga diperlukan alternatif terapi berbasis herbal. Graptophyllum pictum (daun ungu) mengandung flavonoid, alkaloid, dan saponin yang diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, dan
imunomodulator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak Graptophyllum pictum terhadap kadar COX-2, CRP, dan skor makroskopik kolon pada model tikus Wistar dengan kolitis ulseratif. Penelitian eksperimental in-vivo ini menggunakan desain Post Test Only Control Group dengan 30 ekor tikus Wistar jantan berusia 8–12 minggu, dibagi acak ke dalam lima kelompok: K0 (kontrol normal), K– (kontrol negatif, DSS tanpa terapi), K+ (kontrol positif, DSS + 5-ASA 120 mg/kgBB/hari), P1 (DSS + ekstrak G. pictum 100 mg/kgBB dua kali/hari), dan P2 (DSS + kombinasi G. pictum 100 mg/kgBB dua kali/hari + 5-ASA). Induksi kolitis dilakukan menggunakan Dextran Sodium Sulfate (DSS) 2–5% selama 7 hari, kemudian diberikan perlakuan selama 10 hari. Parameter yang diukur
meliputi kadar COX-2 dan CRP dengan metode ELISA, serta skor makroskopik kolon menggunakan sistem skoring Wallace. Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA atau uji non-parametrik sesuai distribusi data dengan signifikansi p<0,05.
Hasil: penelitian menunjukkan bahwa kelompok K– memiliki kadar COX-2 (424,89 ± 7,20 pg/mL), CRP (2,57 ± 0,03 ng/mL), dan skor makroskopik (5,83 ± 0,75) paling tinggi dibanding kelompok lain (p<0,001). Pemberian ekstrak G. pictum tunggal (P1) menurunkan kadar COX-2 menjadi 184,33 ± 8,10 pg/mL, CRP menjadi 1,80 ± 0,02 ng/mL, dan skor makroskopik 2,67 ± 1,03. Efek paling signifikan diperoleh pada kelompok kombinasi (P2) dengan kadar COX-2 (85,45 ± 8,80 pg/mL), CRP (0,99 ± 0,01 ng/mL), dan skor makroskopik (0,83 ± 0,98), yang mendekati nilai kelompok kontrol normal.
Kesimpulannya: pemberian ekstrak Graptophyllum pictum mampu menurunkan kadar COX-2, CRP, dan memperbaiki skor makroskopik kolon pada model tikus kolitis ulseratif, baik sebagai terapi tunggal maupun kombinasi. Efek terbaik dicapai dengan kombinasi G. pictum dan 5-ASA, menunjukkan potensi sinergis keduanya sebagai terapi komplementer pada kolitis ulseratif.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program in Biomedical Science
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 22 Oct 2025 04:05
Last Modified: 22 Oct 2025 04:05
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40220

Actions (login required)

View Item View Item