Al Khansa, Azzahdhia (2025) Potensi Khamir Untuk Fermentasi Etanol Dari Substrat Turunan Karbon Dioksida (CO2). Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Archive
Azzahdhia Al Khansa.zip Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
1. Cover.pdf Download (79kB) |
|
|
Text
4. Abstrak.pdf Download (121kB) |
|
|
Text
5. Abstrak.pdf Download (116kB) |
|
|
Text
7. Daftar isi.pdf Download (50kB) |
|
|
Text
12 BAB I Pendahuluan.pdf Download (268kB) |
Abstract
Perubahan iklim yang semakin intensif mendorong pengembangan bioenergi
berkelanjutan berbasis emisi karbon. Salah satu pendekatan yang prospektif adalah
teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU), yang mengubah CO2 menjadi
senyawa C1 seperti metanol dan sodium format. Senyawa ini dapat dimanfaatkan
oleh khamir metilotrof seperti Ogataea untuk memproduksi bioetanol. Penelitian
ini bertujuan mengkaji potensi empat strain khamir (Ogataea philodendri) dalam
memanfaatkan substrat turunan CO2, serta menganalisis kemampuan fermentasinya
dalam menghasilkan etanol. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan
empat strain Ogataea philodendri (Y504, Y505, Y506, Y507) yang di preculture
pada substrat karbon glukosa yang kemudian difermentasi pada ketiga substrat
yaitu metanol, sodium format, dan glulosa serta dilakukan inkubasi pada suhu 30℃,
dan hasilnya dianalisis menggunakan HPLC untuk kuantifikasi etanol serta SEM
untuk pengamatan morfologi sel. Hasil menunjukkan bahwa semua strain mampu
tumbuh pada ketiga substrat, dengan pertumbuhan terbaik umumnya pada glukosa,
yang mencapai OD600nm sekitar 7. Namun, produksi etanol tertinggi diperoleh dari
fermentasi metanol, dengan nilai yield rata-rata mencapai 0,185 g/g, jauh lebih
tinggi dibandingkan glukosa dan sodium format. Sementara itu, efisiensi konsumsi
karbon tertinggi diperoleh pada substrat glukosa sebesar sekitar 73%,
mengindikasikan pemanfaatan karbon yang efisien meskipun produksi etanolnya
rendah. Pengamatan SEM mengungkapkan bahwa glukosa menghasilkan
morfologi sel yang utuh, sementara metanol dan sodium format menimbulkan stres
morfologis. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metanol dan sodium format
berpotensi sebagai substrat alternatif produksi bioetanol dari turunan CO2, dengan
metanol memberikan yield etanol tertinggi. Glukosa tetap unggul dalam efisiensi
konsumsi karbon, tetapi morfologi sel paling stabil. Temuan ini mendukung
pengembangan teknologi CCU berbasis khamir metilotrof.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Biotechnology |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 21 Oct 2025 08:43 |
| Last Modified: | 21 Oct 2025 08:43 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40211 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
