Search for collections on Undip Repository

Multiplikasi ke-4 Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata Lindl.) secara In Vitro dengan Berbagai Konsentrasi Benzyl Amino Purine dan Naphtalene Acetic Acid.

ANANDA, FASYA and Rosyida, Rosyida and ANWAR, SYAIFUL (2025) Multiplikasi ke-4 Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata Lindl.) secara In Vitro dengan Berbagai Konsentrasi Benzyl Amino Purine dan Naphtalene Acetic Acid. Undergraduate thesis, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro.

[thumbnail of BAB 1 - 3_Skripsi_Fasya Ananda_23020221140101.pdf] Text
BAB 1 - 3_Skripsi_Fasya Ananda_23020221140101.pdf

Download (344kB)
[thumbnail of Final Skripsi_Fasya Ananda_23020221140101.pdf] Text
Final Skripsi_Fasya Ananda_23020221140101.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi Benzyl Amino Purine (BAP) dan Naphtalene Acetic Acid (NAA) terhadap multiplikasi anggrek hitam secara in vitro pada tahap multiplikasi ke-4. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 25 November 2024 – 5 Februari 2025 di ruang kultur jaringan, Laboratorium Fisiologi dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto No. 13, Tembalang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 2 faktor perlakuan yang diulang 3 kali. Faktor pertama yaitu konsentrasi BAP dengan 4 taraf yaitu 0,00 mg/L, 0,50 mg/L, 1,00 mg/L dan 1,50 mg/L. Faktor kedua yaitu konsentrasi NAA dengan 3 taraf yaitu 0,00 mg/L, 0,50 mg/L dan 1,00 mg/L. Jumlah kombinasi perlakuan sebanyak 12 dan terdiri dari 36 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi waktu muncul tunas (minggu), tinggi tunas (cm), tinggi planlet (cm), jumlah daun (buah), jumlah tunas (buah), jumlah akar (cm), panjang akar (cm), bobot segar planlet(mg), persentase kontaminasi (%) dan persentase planlet tumbuh (%). Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf 5%, dan perlakuan yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 5%.

Hasil anova menunjukkan bahwa adanya pengaruh BAP terhadap waktu muncul tunas, tinggi planlet, jumlah daun, jumlah tunas dan bobot segar planlet. NAA berpengaruh terhadap tinggi tunas, jumlah tunas, jumlah akar, panjang akar dan bobot segar planlet. Interaksi antara BAP dan NAA berpengaruh terhadap jumlah tunas. Hasil uji BNJ pada BAP 0,00 mg/L memberikan respon terbaik pada tinggi planlet, BAP 0,50 mg/L memberikan respon terbaik pada waktu muncul tunas, jumlah daun dan bobot segar planlet, sedangkan BAP 1,00 mg/L memberikan respon terbaik pada jumlah tunas. Pada NAA 0,50 mg/L memberikan respon yang sama dengan NAA 1,00 mg/L dan lebih baik dibandingkan dengan NAA 0,00 mg/L pada tinggi tunas, jumlah tunas, jumlah akar, panjang akar dan bobot segar planlet. Hasil interaksi pada BAP 0,00 mg/L, 0,50 mg/L dan 1,00 mg/L bila diberikan NAA 0,00 mg/L, 0,50 mg/L dan 1,00 mg/L memberikan respon yang sama, sedangkan pada BAP 1,50 mg/L yang diberikan NAA 0,50 mg/L memberikan respon lebih baik dibandingkan dengan NAA 0,00 mg/L dan 1,00 mg/L pada jumlah tunas.

Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa pada interaksi BAP konsentrasi 0,00 mg/L, 0,50 mg/L dan 1,00 mg/L yang diberikan semua taraf konsentrasi NAA 0,00 mg/L, 0,50 mg/L dan 1,00 mg/L menunjukkan respon yang sama, namun berbeda dengan interaksi BAP 1,50 mg/L yang diberikan NAA 0,50 mg/L menunjukkan respon yang lebih baik dibandingkan dengan BAP 1,50 mg/L yang diberikan NAA 0,00 mg/L dan 1,00 mg/L terhadap jumlah tunas.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Animal and Agricultural Sciences
Divisions: Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Agroecotechnology
Depositing User: Aulia Habib
Date Deposited: 21 Oct 2025 01:56
Last Modified: 21 Oct 2025 01:56
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40187

Actions (login required)

View Item View Item