Meliana, Sekar (2025) Efektivitas Anti Jerawat Ekstrak Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) terhadap Staphylococcus epidermidis secara In Silico dan In Vitro. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Archive
Sekar Meliana.zip Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
|
|
Text
1. Cover.pdf Download (176kB) |
|
|
Text
4. Abstrak.pdf Download (184kB) |
|
|
Text
5. Abstract.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
6. Daftar isi.pdf Download (173kB) |
|
|
Text
10. Bab I Pendahuluan.pdf Download (243kB) |
Abstract
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati melimpah, menjadikan tanaman obat
sebagai sumber potensial penemuan obat baru di tengah meningkatnya resistensi
antibiotik. Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) adalah salah satu tanaman yang
kaya akan senyawa bioaktif, termasuk flavonoid, dan telah terbukti memiliki
beragam aktivitas terapeutik, termasuk antibakteri. Jerawat, masalah kulit umum
yang disebabkan oleh bakteri seperti Staphylococcus epidermidis, sering
menunjukkan resistensi terhadap antibiotik konvensional. Penelitian ini bertujuan
menganalisis aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi buah mahkota dewa terhadap
S. epidermidis secara in vitro dan in silico untuk mengeksplorasi potensi bahan
alami sebagai alternatif pengobatan jerawat. Metode yang digunakan yaitu
penambatan molekuler terhadap reseptor FtsZ, konsentrasi hambat minimum
(KHM) dan konsentrasi bunuh minimum (KBM). Hasil in silico menunjukkan
bahwa semua ligan uji berpotensi sebagai inhibitor protein FtsZ Staphylococcus
epidermidis dengan nilai energi afinitas yang lebih tinggi dari tetrasiklin sebagai
ligan pembanding. Identifikasi fitokimia ekstrak dan fraksi buah mahkota dewa
mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, fenol, dan saponin. Hasil LC-HRMS pada
ekstrak dan kedua fraksi menunjukkan keberadaan senyawa aktif yang berpotensi
sebagai agen antijerawat. Nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) dan
konsentrasi bunuh minimum (KBM) yang dilakukan dengan teknik mikrodilusi
menunjukkan bahwa ekstrak kasar, fraksi etil asetat, dan fraksi butanol buah
mahkota dewa memiliki nilai KHM yang berkisar pada konsentrasi 0,25-1% dan
KBM pada konsentrasi 0,25-1%. Oleh karena itu, ekstrak dan fraksi buah mahkota
dewa memiliki potensi sebagai agen antijerawat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Biology |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 20 Oct 2025 08:25 |
| Last Modified: | 20 Oct 2025 08:25 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40171 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
