Prastyawati, Paramitha (2025) Optimasi Dosis Ekstrak Tauge Kacang Hijau sebagai Pupuk untuk Mendukung Pertumbuhan Porphyridium cruentum. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Archive
Paramitha Prastyawati.zip Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (132kB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK.pdf Download (161kB) |
|
|
Text
5. ABSTRACT.pdf Download (166kB) |
|
|
Text
6. DAFTAR ISI.pdf Download (158kB) |
|
|
Text
10. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (192kB) |
Abstract
Porphyridium cruentum merupakan mikroalga potensial yang banyak
dimanfaatkan dalam bidang industri karena mengandung berbagai senyawa bioaktif
bernilai tinggi. Potensi yang dimilikinya mendorong tingginya permintaan dari
berbagai sektor untuk dijadikan sebagai bahan mentah sebuah produk. Kultivasi
dilakukan untuk memenuhi stok biomassa yang digunakan untuk kebutuhan
produksi sebuah produk. Parameter penting dalam proses kultivasi yaitu nutrisi
yang dapat dipenuhi melalui pemberian pupuk. Pupuk walne merupakan salah satu
media standar kultivasi mikroalga, namun harga pupuk tersebut relatif tinggi
sehingga menjadi salah satu kendala dalam produksi skala besar. Oleh karena itu,
diperlukan pertimbangan untuk beralih ke penggunaan pupuk alternatif yang lebih
ekonomis, salah satunya dengan media ekstrak tauge. Penelitian ini bertujuan untuk
menentukan dosis ekstrak tauge kacang hijau yang optimal sebagai pupuk bagi
pertumbuhan Porphyridium cruentum serta pengaruhnya terhadap produksi
biomassa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan tiga perlakuan
dosis ekstrak tauge kacang hijau (60mL/L, 120 mL/L, 180 mL/L) dan satu kontrol
(walne 0,5 mL/L). Parameter yang diamati meliputi kepadatan sel dan biomassa
kering. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf kepercayaan 95%.
Pemanenan biomassa dilakukan pada puncak fase eksponensial. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pemberian ekstrak tauge dengan dosis yang berbeda tidak
memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kepadatan sel maupun biomassa
Porphyridium cruentum (p > 0.05). Perlakuan kontrol menghasilkan kepadatan dan
biomassa tertinggi berturut-turut sebanyak 5.104.167 sel/mL dan 0,421 g/L, diikuti
dengan perlakuan ekstrak tauge dengan dosis terendah (60 mL/L) yang
menghasilkan kepadatan sel sebanyak 4.577.500 sel/mL dan bobot biomassa
sebesar 0,405 g/L. Dosis ekstrak tauge kacang hijau yang lebih tinggi cenderung
menurunkan kepadatan sel dan biomassanya. Hal ini mengindikasikan bahwa
nutrisi yang optimal lebih terpenuhi dalam media walne. Penelitian ini
menunjukkan bahwa media ekstrak tauge kacang hijau memiliki potensi sebagai
pupuk alternatif, namun masih diperlukan formulasi lanjutan agar efisiensinya
dapat menyamai media standar.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Biology |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 15 Oct 2025 08:30 |
| Last Modified: | 15 Oct 2025 08:30 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40088 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
