Search for collections on Undip Repository

Perbandingan Terapi Sekretom Dan Eksosom Asal hWJ-MSCs dalam Migrasi Sel Pada Model Luka Acute Lung Injury (ALI)

Sulistia, Nesya (2025) Perbandingan Terapi Sekretom Dan Eksosom Asal hWJ-MSCs dalam Migrasi Sel Pada Model Luka Acute Lung Injury (ALI). Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.

[thumbnail of Nesya Sulistia.zip] Archive
Nesya Sulistia.zip
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy
[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf

Download (171kB)
[thumbnail of 4. ABSTRAK.pdf] Text
4. ABSTRAK.pdf

Download (178kB)
[thumbnail of 5. ABSTRACT.pdf] Text
5. ABSTRACT.pdf

Download (183kB)
[thumbnail of 6. DAFTAR ISI.pdf] Text
6. DAFTAR ISI.pdf

Download (168kB)
[thumbnail of 10. BAB I PENDAHULUAN.pdf] Text
10. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (247kB)

Abstract

Acute Lung Injury (ALI) adalah kondisi inflamasi akut pada paru-paru yang ditandai kerusakan epitel alveolar dan gangguan respirasi. Terapi yang tersedia saat ini bersifat suportif dan belum mampu secara langsung memperbaiki kerusakan
jaringan. Terapi regeneratif berbasis sel punca mesenkimal asal Wharton’s Jelly (hWJ-MSCs) menjadi pendekatan prospektif, khususnya melalui produk parakrin seperti sekretom dan eksosom. Penelitian yang secara langsung membandingkan
efektivitas keduanya dalam mendukung migrasi sel pada model luka ALI masih jarang ditemukan. Migrasi sel merupakan tahap penting penyembuhan jaringan paru, terutama selama fase proliferasi dan remodeling ketika sel bergerak menuju area luka untuk pembentukan granulasi, angiogenesis, dan perombakan matriks ekstraseluler. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas sekretom dan eksosom hWJ-MSCs dalam mendukung migrasi sel epitel alveolar pada model luka ALI in-vitro. Model luka dibuat dengan metode scratch pada kultur monolayer sel
A549, kemudian diberikan perlakuan sekretom atau eksosom dengan dosis 10%, 20%, dan 30%. Observasi dilakukan selama 4 hari, dan persentase penutupan luka dianalisis menggunakan ImageJ. Data migrasi diuji dengan one-way ANOVA dan post-hoc Tukey, sedangkan kadar protein total dianalisis dengan Kruskal-Wallis dan post-hoc Dunn. Hasil menunjukkan sekretom 10% (P1) paling efektif mempercepat migrasi (p < 0,05), sementara sekretom 30% (P3) unggul pada peningkatan kadar protein total. Temuan ini menunjukkan efektivitas migrasi sel bergantung pada kandungan bioaktif, konsentrasi, dan waktu kerja, bukan jumlah protein semata. SDS-PAGE menunjukkan sekretom memiliki keragaman molekuler lebih luas, sedangkan eksosom membawa kargo lebih spesifik. Sekretom berperan signifikan dalam mempromosikan migrasi sel serta penutupan luka dibanding eksosom, yang efeknya lebih spesifik pada komunikasi antar-sel dan pengaturan inflamasi.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Department of Biology
Depositing User: Suhersi Rahmadhani
Date Deposited: 15 Oct 2025 06:10
Last Modified: 15 Oct 2025 06:10
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40065

Actions (login required)

View Item View Item