Rasyidin, Idlan Ardhana (2025) Struktur Komunitas Diatom di Taman Ekowisata Mangrove Wonorejo sebagai Indikator Lingkungan. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Archive
Idlan Ardhana Rasyidin.zip Restricted to Repository staff only Download (9MB) | Request a copy |
|
|
Text
1. COVER.pdf Download (307kB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK.pdf Download (328kB) |
|
|
Text
5. ABSTRACT.pdf Download (328kB) |
|
|
Text
6. DAFTAR ISI.pdf Download (249kB) |
|
|
Text
9. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (470kB) |
Abstract
Taman Ekowisata Mangrove Wonorejo di Surabaya menghadapi tekanan
ekologis akibat peningkatan aktivitas antropogenik. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis struktur komunitas diatom sebagai indikator biologis dan
merekonstruksi sejarah perubahan lingkungan di kawasan tersebut melalui
pendekatan biostratigrafi. Diatom dipilih sebagai indikator karena memiliki
cangkang silika yang mudah terawetkan dalam sedimen, distribusinya luas, dan
responsnya cepat terhadap perubahan kondisi lingkungan seperti nutrien, salinitas,
dan kualitas air, sehingga mampu merekam dinamika ekosistem dari waktu ke
waktu. Metode penelitian melibatkan pengambilan sampel sedimen inti hingga
kedalaman 200 cm, yang kemudian dianalisis kandungan diatomnya untuk
mengidentifikasi struktur komunitas dan zonasi biostratigrafi. Hasil identifikasi
menemukan total 111 spesies diatom yang berasal dari habitat air tawar (44%), laut
(40%), dan payau, yang mengonfirmasi karakteristik estuarin dari lokasi studi.
Analisis sedimen mengungkapkan pergeseran kondisi lingkungan dari masa lalu
yang stabil menuju kondisi terkini yang terdegradasi. Zona biostratigrafi terdalam
(200–160 cm) menunjukkan komunitas yang beragam dan seimbang (Indeks
Keanekaragaman Shannon 3,868), menunjukkan ekosistem yang masih relatif sehat
dengan tingkat pencemaran rendah, dibandingkan dengan lapisan yang lebih muda.
Namun, zona-zona yang lebih muda menunjukkan transisi signifikan menuju
degradasi, yang berpuncak pada Zona 2B (80–40 cm) dengan ledakan populasi
diatom indikator eutrofikasi, Skeletonema costatum, hingga mencapai 24,8%.
Lapisan permukaan (0 cm) mencerminkan kondisi paling tertekan, ditandai dengan
penurunan tajam keanekaragaman (Indeks Shannon 2,593) dan peningkatan
dominansi oleh spesies toleran polusi (Indeks Dominansi 0,1191). Rekonstruksi ini
membuktikan adanya degradasi kualitas lingkungan yang signifikan di Mangrove
Wonorejo, yang beralih dari kondisi bersih menjadi sangat eutrofik akibat dampak
kuat polusi nutrien antropogenik dari wilayah hulu.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Biology |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 14 Oct 2025 10:27 |
| Last Modified: | 14 Oct 2025 10:27 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40039 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
