Search for collections on Undip Repository

Pengaruh Biji Mengkudu (Morinda citrifolia) dalam Pakan terhadap Tingkat Pemelaran Feses sebagai Indikator Kecernaan Melalui Uji Forensik pada Domba Muda

FIRDAUS, ARIANA NANINDYA and Purnomoadi, A. and SUTARYO, SUTARYO (2024) Pengaruh Biji Mengkudu (Morinda citrifolia) dalam Pakan terhadap Tingkat Pemelaran Feses sebagai Indikator Kecernaan Melalui Uji Forensik pada Domba Muda. Undergraduate thesis, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro.

[thumbnail of Skripsi Bab 1-3_Ariana Nanindya Firdaus_23010120130115.pdf] Text
Skripsi Bab 1-3_Ariana Nanindya Firdaus_23010120130115.pdf

Download (200kB)
[thumbnail of Skripsi_Ariana Nanindya Firdaus_23010120130115.pdf] Text
Skripsi_Ariana Nanindya Firdaus_23010120130115.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (731kB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Produksi Ternak Potong dan Perah, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah pada tanggal Februari - Juli 2023. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah biji mengkudu berpengaruh pada pemelaran feses dan untuk mengetahui kelayakan uji forensik berdasarkan pemelaran feses sebagai indikator kecernaan pada pakan yang mengandung biji mengkudu..

Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu 20 domba Ekor Tipis jantan, umur 4 bulan dengan bobot badan (BB) 12,00 ± 0,36 kg (CV = 10,95% ) dan 4 perlakuan pakan. Alat yang digunakan untuk pengambilan data kecernaan berupa paranet dan plastik klip. Alat yang digunakan untuk uji forensik partikel feses berupa alat pemipih, milimeter blok, dan mika bening. Alat untuk mengukur bahan kering feses menggunakan loyang alumunium foil, timbangan analitik, kertas label dan oven. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu T0: pakan basal + 0% biji mengkudu, T1: pakan basal + 10% biji mengkudu, T2: pakan basal + 20% biji mengkudu, dan T3: pakan basal + 30% biji mengkudu. Parameter yang diamati hubungan antara pemelaran feses dengan nilai kecernaan kemudian dianalisis dengan menggunakan korelasi regresi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analysis of variance (ANOVA) dengan taraf 5% dan apabila ditemukan pengaruh (p<0,05) maka dilanjutkan dengan uji Wilayah Ganda Duncan. Data pemelaran feses yang telah dianalisis kemudian dikorelasikan dengan kecernaan dan dilakukan uji-t untuk mengetahui signifikansi nilai r.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bahan pakan biji
mengkudu tidak berpengaruh terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering (KcBK) (P>0,05%), namun berpengaruh terhadap pemelaran feses (P<0,05%). Pemelaran feses pada T0 (131%) dan T1 (136,81%) tidak berbeda, akan tetapi keduanya berbeda (P<0,05%) dengan T2 (187,57%) dan T3 (201,49%) yang tidak berbeda (P>0,05%). Hasil korelasi pemelaran feses dengan nilai kecernaan diperoleh hasil kuat dan positif masing-masing T0 (r=0,76; P<0,05%), T1 (r=0,91; P<0,05%), T2 (r=0,85; P<0,05%) dan T3 (r=0,94; P<0,05%).

Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa level pemberian biji
mengkudu sampai dengan 30% dapat diterima ternak dan tidak mempengaruhi konsumsi BK dan KcBK. Pemberian biji mengkudu pada level 20% dan 30% mempengaruhi tingkat pemelaran feses yang mengindikasikan perbedaan nilai kecernaan. Penelitian ini membuktikan bahwa uji forensik menggunakan tingkat pemelaran feses dapat digunakan untuk menduga nilai kecernaan pakan dengan sangat kuat.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Animal and Agricultural Sciences
Divisions: Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
Depositing User: Aulia Habib
Date Deposited: 14 Oct 2025 06:18
Last Modified: 14 Oct 2025 06:18
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40026

Actions (login required)

View Item View Item