Search for collections on Undip Repository

Pengaruh Enkapsulasi Ekstrak Kenikir (Cosmos caudatus) dan Sambiloto (Andrographis paniculata) terhadap Bobot Relatif Organ Pencernaan Ayam Broiler pada Kepadatan Tinggi

WIBISONO, DAFFA ARYA and WAHYUNI, HANNY INDRAT and WIDIASTUTI, ENDANG (2024) Pengaruh Enkapsulasi Ekstrak Kenikir (Cosmos caudatus) dan Sambiloto (Andrographis paniculata) terhadap Bobot Relatif Organ Pencernaan Ayam Broiler pada Kepadatan Tinggi. Undergraduate thesis, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro.

[thumbnail of 1-3.pdf] Text
1-3.pdf

Download (563kB)
[thumbnail of Daffa Arya Wibisono 23010120130223.pdf] Text
Daffa Arya Wibisono 23010120130223.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh penambahan enkapsulasi ekstrak sambiloto/Andrographis paniculata (EEDS) dan enkapsulasi ekstrak kenikir/Cosmos caudatus (EEDK), serta kombinasinya pada pemeliharaan kepadatan tinggi ditinjau melalui bobot relatif organ pencernaan ayam broiler. Penelitian dilaksanakan di kandang C Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro pada bulan September hingga Oktober 2023.

Materi yang digunakan dalam penelitian meliputi ayam broiler day old chick (DOC) sebanyak 370 ekor strain Cobb merek dagang CP 707 (unsex) dengan bobot rata-rata 46±1,63 g. Ayam dipelihara dalam kandang berukuran 1 x 1 m2 sebanyak 25 kandang. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Pada umur 1-7 hari, ayam broiler diberikan ransum pre starter komersial BR-11. Perlakuan mulai diberikan pada umur 8-38 hari berupa (T0) pakan basal dengan kepadatan 10 ekor/m2, (T1) pakan basal dengan kepadatan 16 ekor/m2, (T2) pakan basal dengan tambahan EEDK 1 gram/ kg pakan dan kepadatan 16 ekor/m2. (T3) pakan basal dengan tambahan EEDS 1 gram/ kg pakan dan kepadatan 16 ekor/m2. (T4) pakan basal dengan tambahan EEDK 0,5 gram/ kg pakan dan EEDS 0,5 gram/ kg pakan dengan kepadatan 16 ekor/m2. Parameter yang diukur adalah bobot relatif organ pencernaan meliputi duodenum, jejunum, ileum, dan seka.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan EEDK dan EEDS, maupun kombinasinya pada taraf 1 g/kg pakan tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap bobot relatif duodenum, jejunum, ileum, dan seka ayam broiler pada kepadatan kandang yang tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan EEDK dan EEDS maupun kombinasinya dapat meningkatkan kinerja organ pencernaan duodenum, jejunum, ileum, dan seka sehingga mendukung produktivitas yang ditandai dengan bobot badan akhir yang terbaik pada perlakuan kombinasi EEDK dan EEDS.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Animal and Agricultural Sciences
Divisions: Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
Depositing User: Aulia Habib
Date Deposited: 14 Oct 2025 04:45
Last Modified: 14 Oct 2025 04:45
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40019

Actions (login required)

View Item View Item