Wijayanti, Retna Arista Kesi and Manar, Dzunuwanus Ghulam and Alfirdaus, Laila Kholid (2021) RESPON PEMERINTAH DESA DALAM MENGHADAPI FENOMENA PERNIKAHAN DINI DI DESA JURANGJERO KECAMATAN BOGOREJO KABUPATEN BLORA. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (698kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf - Submitted Version Download (287kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf - Submitted Version Download (500kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (496kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (447kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf - Submitted Version Download (194kB) |
|
|
Text
DAPUS.pdf - Submitted Version Download (305kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (709kB) |
Abstract
Penelitian ini membahas tentang bagaimana pernikahan dini bisa terus
terjadi di Desa Jurangjero Kecamatan Bogorejo Kabupaten Blora dan bagaimana
respon pemerintah desa dalam menghadapi fenomena ini. peneitian ini bertujuan
untuk menjelaskan bagaimana fenomena pernikahan dini di Desa Jurangjero dan
mengidentifikasikan bagaimana respon pemerintah desa setempat dalam
menghadapinya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode etnografi.
Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dengan melakukan pengamatan
lalu mencatatnya, wawancara serta dokumentasi. Sebagai data pendukung, dalam
penelitian ini menggunakan studi literature. Adapun analisis data meliputi reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Penelitian ini menunjukan bahwa fenomena pernikahan dini di Desa
Jurangjero Kecamatan Bogorejo Kabupaten Blora yang mana pernikahan dini di
desa ini merupakan kasus pernikahan dini tertinggi di tingkat kecamatan. Adapun
penyebab terjadinya pernikahan dini tidak lain adalah karena budaya yang terbawa
dari jaman nenek moyang yang dilakukan hingga sekarang, selain itu anggapan
masyarakat bahwa pernikahan dini lebih baik dibandingkan pendidikan yang
memakan banyak waktu dan materi serta pemahaman kesehatan reproduksi yang
kurang dari kalangan masyarakat. Dalam panalitian ini juga dijelaskan bagaimana
respon pemerintah desa dalam menghadapi fenomena ini. Sejauh ini pemerintah
selalu membantu proses demi proses dari tingkat desa hingga permohonan
dispensasi ke pengadilan agama, meski pemerintah desa paham akan batas usia
pernikahan namun pemerintah desa pakewuh untuk menolak karena aparat desa
juga merupakan warga desa setempat di sisi lain pemerintah desa juga menjaga
konstiuen dan berusaha melayani warga dengan baik. Meskipun pernikahan dini
telah menjadi permasalahan umum namun hingga saat ini belum ada upaya khusus
dari pemerintah desa dan kabupaten sehingga pernikahan dini terus terjadi hingga
sekarang.
Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah desa kedepannya agar
lebih tegas dalam mengahadapi penrikahan dini yang mana jika aparat desa merasa
pakewuh untuk menolak dalam membantu proses demi prosesnya pemerintah desa
haris mampu mengedukasi warganya agar paham tentang bahaya pernikahan dini
dan pentingnya pendidikan serta karir pasca sekolah. Selain itu penelitian ini juga
merekomendasikan kepada pemerintah kabupaten untuk lebih tegas dalam hal
dispensasi pernikahan di tingkat pengadilan agama agar tidak terjadi pemalsuan
alasan saat sidang dilaksanakan.
Kata Kunci : Pernikahan Dini, Respon Pemerintah Desa
72. Ilmu Pemerintahan 2021
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 14 Oct 2025 04:04 |
| Last Modified: | 14 Oct 2025 04:04 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40012 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
