Alvitasari, Farida (2025) Potensi Enzim Keratinase dari Isolat Bakteri Simbion Spons Air Tawar Oncosclera asiatica untuk Proses Penyamakan Kulit Tahap Unhairing. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
1. COVER.pdf Download (94kB) |
|
|
Text
5. ABSTRAK.pdf Download (45kB) |
|
|
Text
6. ABSTRACT.pdf Download (45kB) |
|
|
Text
7. DAFTAR ISI.pdf Download (120kB) |
|
|
Text
11. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (59kB) |
|
|
Archive
Farida Alvitasari.zip Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Industri kulit meningkat mencapai 84,49% pada juli 2022. Peningkatan turut
mengakibatkan limbah berbahaya seperti COD dan BOD ikut serta meningkat.
Enzim keratinase merupakan enzim dengan aktivitas keratinolitik yang mampu
mendegradasi keratin seperti rambut dan bulu. Enzim keratinase berpotensi sebagai
alternatif ramah lingkungan dalam industri penyamakan kulit khususnya tahap
unhairing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi enzim keratinase dari
isolat bakteri simbion spons air tawar O. asiatica, kondisi optimal aktivitas enzim,
dan pengaruh aplikasinya dalam proses unhairing. Metode penelitian meliputi
skrining primer dan sekunder enzim keratinase, karakterisasi makroskopis dan
mikroskopis, ekstraksi enzim, uji optimasi dengan variasi pH dan suhu, penentuan
kosentrasi dan berat molekul enzim, serta uji aplikasi enzim pada kulit. Hasil
skrining primer menunjukkan OA-7 memiliki rerata indeks hidrolisis tertinggi
3,167. Skrining sekunder menunjukkan OA-7 positif menghasilkan keratinase
dengan rerata weight-loss pada kulit kambing 74,54%, bubuk bulu ayam 45%, dan
bulu ayam utuh 25% setelah inkubasi 7 hari. Karakter makroskopis OA-7 berbentuk
bulat, tepi halus, elevasi cembung, tekstur lembab, dan warna putih kekuningan,
serta mikroskopis berupa Gram negatif dengan basil pendek. Aktivitas enzim OA-
7 optimal pada suhu 30oC pH 7 dengan aktivitas 5,543±0,249 U. Konsentrasi
protein total sebesar 2,691±0,0085 mg/mL dengan aktivitas spesifik 2,059 U/mg.
Hasil aplikasi enzim memberi pengaruh dalam mempercepat proses, dengan
kerontokan rambut total 100% tercapai pada 48 jam untuk kulit kambing dan kulit
domba, serta 72 jam untuk kulit sapi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Biology |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 10 Oct 2025 08:12 |
| Last Modified: | 10 Oct 2025 08:12 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/39927 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
