Priyangga, M. Ragil Yoga (2021) KEMANDEKAN GERAKAN MAHASISWA DI ERA 4.0 (Studi Kasus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Semarang). Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
cover.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (251kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf - Submitted Version Download (637kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf - Submitted Version Download (183kB) |
|
|
Text
BAB Ill.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (932kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (384kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf - Submitted Version Download (87kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (134kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Sejak pandemi Covid-19, IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) kota
semarang merupakan satu dari sekian organisasi gerakan yang melakukan
pengorganisasian secara daring. Disana terdapat permasalahan bahwa ruang publik
ideal tidak muncul melainkan munculnya kemandekan gerakan yang ditandai
dengan ketidakoptimalan dan ketidakefektivan gerakan. Mengapa terjadi
demikian? Pertanyaan penelitian ini bertujuan untuk memperlihatkan praktik
penguasaan ruang wacana, memahami pola pikir massa, dan menawarkan jalan
keluar dari jeratan permasalahan ini.
Penelitian ini menggunakan pedekatan kualitaif dan paradigma konstruktivis.
Sedangkan teknik pengumpulan datanya yakni melalui penelusuran atas
pengalaman pribadi, wawancara yang mendalam, dokumen, dan sebagainya.
Semua data itu disebut sebagai data primer, tidak ada data sekunder, yang kemudian
direduksi sesuai keperluan peneliti.
Penelitian ini menemukan kemandekan dalam pengorganisasian gerakan daring
IMM kota Semarang disebabkan tiga hal, yakni: pertama, adanya bidang Hikmah
cabang yang tampil sebagai aktor kuasa yang membangun gerakan dengan wacana
yang retak sejak awal kepemimpinan. Keretakan tersebut tidak lantas disadari,
melainkan justru dimapankan melalui proses strategi pendisiplinan. Adapun
pendisiplinan tersebut dilakukan dengan dua cara, yakni: membangun regulasi yang
disebut “mitos keterwakilan”, dan normalisasi melalui penganuliran suara yang
berpotensi melakukan kontra-wacana atau sekadar bersikap resisten. Melalui cara
itu, bidang Hikmah berhasil menduduki posisi aktor pewacana yang “benar”.
Kedua, gagapnya IMM Kota semarang dalam membangun gerakan di tengah era
digital dan pandemi. Ketiga, ketidakefektivan dan ketidakoptimalan gerakan. Hal
itu ditandai dengan adanya wacana yang gagal diterima kader, dan ketidakselarasan
selera antara narasi yang diproduksi dengan apa yang diminati oleh kader.
Adapun penelitian ini memberikan dua alternatif jalan yang kiranya itu berguna
untuk mengeluarkan permasalahan kemandekan gerakan ini, yakni: perlunya
tindakan guna memahami pola pikir konsumsi masa hari ini, dan menerapkan
pendekatan yang populer dalam upaya membangun kembali ruang publik. Dengan
itu, penelitian ini dapat menjadi bahan refleksi dan ekperimentasi pengorganisasian
bagi setiap aktor gerakan.
Kata Kunci: Pengorganisasian, Gerakan Sosial, Relasi-Kuasa, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
34 pem 2021
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 10 Oct 2025 07:12 |
| Last Modified: | 10 Oct 2025 07:12 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/39917 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
