Nalle, Zahrah Salsabila (2025) Enkapsulasi Ammonium Fosfat (NH4)xH3-xPO4 pada Silika Gel/Bentonit untuk Pupuk Lepas Lambat (Slow-Release Fertilizer). Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
1. COVER.pdf Download (173kB) |
|
|
Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (203kB) | Request a copy |
|
|
Text
4. DAFTAR ISI.pdf Download (256kB) |
|
|
Text
8. ABSTRAK.pdf Download (185kB) |
|
|
Text
9. ABSTRACT.pdf Download (224kB) |
|
|
Text
10. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (229kB) |
|
|
Text
11. BAB II TINJAUAN PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (667kB) | Request a copy |
|
|
Text
12. BAB III METODOLOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (278kB) | Request a copy |
|
|
Text
13. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (638kB) | Request a copy |
|
|
Text
14. BAB V KESIMPULAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (203kB) | Request a copy |
|
|
Text
15. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (198kB) |
|
|
Text
16. LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Pemberian pupuk yang berlebihan dapat menyebabkan pencemaran
Pemberian pupuk yang berlebihan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan
sekaligus mengurangi efisiensi nutrisi untuk tanaman. Untuk mengatasi masalah
tersebut, pupuk lepas lambat (slow-release fertilizer atau SRF) dapat menjadi
solusi dengan melepaskan nutrisi secara terkendali sesuai kebutuhan tanaman,
sehingga meningkatkan efisiensi pemupukan dan mengurangi dampak negatif
terhadap lingkungan. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, dilakukan modifikasi
pada pupuk ammonium fosfat dengan enkapsulasi silika gel dan bentonit. Silika gel
dan bentonit dipilih untuk menjadi matriks karena dapat memperlambat pelepasan
nutrisi melalui keberadaan pori dan sifat hidrofilik. Sintesis SRF dimulai dengan
membuat ammonium fosfat melalui reaksi antara NH3 dan H3PO4. Sementara
sintesis silika gel dilakukan melalui proses sol gel. Ammonium fosfat dimasukkan
ke dalam silika melalui proses batch. Ammonium fosfat yang terembankan ke
dalam silika kemudian dilapisi dengan bentonit. SRF hasil sintesis telah terbentuk
dibuktikan dengan karakterisasi Fourier Transform Infrared (FTIR) dan Scanning
Electron Microscopy Energy Dispersive X-Ray (SEM-EDX). Untuk mengetahui
pelepasan unsur hara dilakukan uji pelepasan fosfat pada SRF dengan cara
pengambilan filtrat pada tanah yang ditaburi SRF hasil sintesis dan akuades. Hasil
yang diperoleh pada penelitian ini adalah pupuk ammonium fosfat yang dilapisi
silika-bentonit berwarna kecoklatan. Analisis FTIR memperoleh hasil bahwa
terkandung beberapa gugus fungsi seperti OH, Si-OH, Si-O-Al, P-OH, dan NH4+
berturut-turut pada bilangan gelombang 3411 cm-1; 874 cm-1; 462 cm-1; 531 cm-1;
1030 cm-1; 1434 cm-1. Terjadi pergeseran bilangan gelombang pada sampel yang
telah dienkapsulasi yang mengindikasi adanya interaksi antara matriks dan pupuk
DAP. Hasil analisis SEM-EDX menunjukkan morfologi yang mirip dan komposisi
unsur yang beragam. Sementara itu, pada hasil uji pelepasan fosfat terbaik diperoleh
pada sampel APSB 3 dengan efisiensi desorpsi paling kecil. Enkapsulasi pupuk
ammonium fosfat dengan silika dan bentonit berpengaruh terhadap pelepasan fosfat
pada ammonium fosfat. Pelepasan yang paling lambat dimiliki oleh sampel APSB
3 dibuktikan dengan nilai efisiensi desorpsi terendah yakni sebesar 68,69%.
Kata kunci: pupuk lepas lambat, ammonium fosfat, silika gel, bentoni
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 10 Oct 2025 04:01 |
| Last Modified: | 10 Oct 2025 04:01 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/39905 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
