Search for collections on Undip Repository

Morfometri Organ Pencernaan Puyuh Akibat Penambahan Ampas Kecap dalam Ransum dan Asam Sitrat dalam Air Minum

SUSANTO, ASEP and Suprijatna, Edjeng and Mahfudz, Luthfi Djauhari (2025) Morfometri Organ Pencernaan Puyuh Akibat Penambahan Ampas Kecap dalam Ransum dan Asam Sitrat dalam Air Minum. Undergraduate thesis, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro.

[thumbnail of Asep Susanto_23010121120016 BAB I-III.pdf] Text
Asep Susanto_23010121120016 BAB I-III.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Asep Susanto_23010121120016_Skripsi.pdf] Text
Asep Susanto_23010121120016_Skripsi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan ampas kecap pada ransum dan asam sitrat pada air minum terhadap morfometri organ pencernaan puyuh. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juli 2024 di Kandang A Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro.
Ternak yang digunakan yaitu puyuh betina umur 25 minggu sebanyak 200 ekor dengan bobot badan 208,76 ± 19,06 g. Pakan basal yang digunakan yaitu pakan komersial dengan kode CP B 82 P produksi PT. Charoen Pokphand tbk. Ampas kecap diperoleh dari pabrik kecap Mirama, Kota Semarang. Asam sitrat diperoleh dari Toko Kimia Indrasari, Kota Semarang. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, masing-masing ulangan berisi 10 ekor puyuh. Perlakuan yang diberikan yaitu T0 (Ransum basal + air minum tanpa perlakuan), T1 (ransum basal + 15% ampas kecap), T2 (ransum basal + air minum + 0,5% asam sitrat) dan T3 (ransum basal + 15% ampas kecap + air minum + 0,5% asam sitrat). Parameter yang diamati adalah morfometri organ pencernaan yang meliputi bobot relatif, panjang, dan rasio bobot/panjang.
Organ pencernaan yang diamati meliputi proventrikulus, ventrikulus, usus halus, sekum, dan usus besar serta organ aksesori yang meliputi hati, pankreas, dan empedu. Data dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA) uji F pada taraf signifikasi 5%. Jika ada pengaruh nyata dilajutkan dengan uji Duncan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ampas kecap pada ransum dan asam sitrat pada air minum berpengaruh nyata (P<0,05) menurunkan bobot relatif dan panjang usus halus pada T3, tetapi, perlakuan T0, T1, dan T2 tidak menunjukan perbedaan. Perlakuan T1 nyata meningkatkan rasio bobot/panjang berpengaruh nyata (P<0,05) proventrikulus. Perlakuan tidak berpengaruh terhadap parameter lainnya.
Simpulan dari penelitian ini adalah penurunan bobot relatif dan panjang usus halus (T3) mencerminkan efisiensi fisiologis dan metabolik yang lebih baik memungkinkan nutrien diarahkan untuk produksi telur.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Animal and Agricultural Sciences
Divisions: Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
Depositing User: Aulia Habib
Date Deposited: 09 Oct 2025 03:58
Last Modified: 09 Oct 2025 03:58
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/39820

Actions (login required)

View Item View Item