Meganauli, Michelle (2025) Pengaruh Waktu Hidrotermal pada Sintesis Silika Mesopori sebagai Pengemban Katalis Ni-Cu dalam Reaksi Hidrorengkah Minyak Jelantah Menjadi Biofuel. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
1. COVER.pdf Download (97kB) |
|
|
Text
5. DAFTAR ISI.pdf Download (256kB) |
|
|
Text
9. ABSTRAK.pdf Download (181kB) |
|
|
Text
11. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (226kB) |
|
|
Archive
Michelle Meganauli.zip Restricted to Repository staff only Download (7MB) | Request a copy |
Abstract
Biofuel menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan untuk
mengatasi permasalahan krisis energi akibat kebutuhan terhadap bahan bakar fosil
yang terus meningkat. Salah satu bahan baku yang berpotensi untuk dikonversi
menjadi biofuel adalah minyak jelantah. Konversi minyak jelantah menjadi biofuel
dilakukan melalui reaksi hidrorengkah yang dapat dipercepat dengan adanya katalis
heterogen. Penggunaan silika mesopori sebagai pengemban dapat memperbesar
luas permukaan katalis sehingga reaksi katalitiknya meningkat. Karakter
pengemban di antaranya dipengaruhi oleh perlakuan hidrotermal yang diberikan.
Perlakuan hidrotermal berkaitan erat dengan reaksi kondensasi dan polimerisasi
yang berlangsung dalam sintesis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan
pengaruh waktu hidrotermal pada sintesis silika mesopori yang menggunakan
template Pluronic P123 dan CTAB sebagai pengemban katalis Ni-Cu serta
menentukan karakteristik dan selektivitasnya dalam reaksi hidrorengkah minyak
jelantah menjadi biofuel. Pengemban silika mesopori disintesis dengan variasi
waktu hidrotermal 24, 48, dan 72 jam. Katalis Ni-Cu/silika mesopori disintesis
menggunakan metode impregnasi basah, kemudian dikarakterisasi dengan XRD,
GSA, uji keasaman, dan FTIR. Produk biofuel dikarakterisasi dengan GC-MS.
Hasil menunjukkan bahwa katalis Ni-Cu/silika mesopori variasi waktu hidrotermal
72 jam menghasilkan luas permukaan tertinggi, yaitu 602,86 m2 g-1 dengan total
volume pori, diameter pori rata-rata, dan total keasaman sebesar 0,68 cm3 g-1, 4,50
nm, dan 6,59 mmol g-1 serta distribusi ukuran pori yang seragam. Total biofuel
tertinggi juga diperoleh pada variasi waktu yang sama, yaitu 79,33% yang selektif
terhadap fraksi C16-C18. Penelitian ini membuktikan bahwa bertambahnya waktu
hidrotermal meningkatkan luas permukaan katalis dan total produksi biofuel yang
menandakan adanya peningkatan reaksi katalitik.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 08 Oct 2025 09:04 |
| Last Modified: | 08 Oct 2025 09:04 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/39742 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
