IRSAN, Arully (2025) ANALISIS TINGKAT RISIKO KREDIT SMALL MENGGUNAKAN METODE VINTAGE ANALYSIS (STUDI KASUS DI BRI REGION 11 YOGYAKARTA). Masters thesis, UNDIP : FAKULTAS EKONOMIKA & BISNIS.
|
Text (Cover)
1. T - Cover - 12010123423258.pdf - Published Version Download (338kB) |
|
|
Text (Abstrak (Inggris))
4. T - Abstrak (inggris) - 12010123423258.pdf - Published Version Download (400kB) |
|
|
Text (Abstrak (Indonesia))
5. T - Abstrak (Indonesia) - 12010123423258.pdf - Published Version Download (401kB) |
|
|
Text (Daftar Isi)
6. T - Daftar Isi - 12010123423258.pdf - Published Version Download (382kB) |
|
|
Text (Daftar PustaKA)
12. T - Daftar Pustaka - 12010123423258.pdf - Published Version Download (366kB) |
|
|
Text (Fulltext PDF Bookmarks)
16. T - Fulltext PDF Bookmarks - 12010123423258.pdf Download (1MB) |
Abstract
Industri perbankan berperan penting dalam mendukung pertumbuhan
ekonomi nasional, khususnya melalui penyaluran kredit produktif bagi Usaha
Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, salah satu tantangan yang dihadapi
adalah tingginya rasio Non-Performing Loan (NPL), terutama pada segmen Small
Business yang rentan terhadap gejolak ekonomi dan keterbatasan kapasitas
manajerial debitur. Pasca berakhirnya kebijakan restrukturisasi kredit Covid-19
oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), risiko pemburukan kualitas kredit semakin
nyata, seperti yang terlihat pada BRI Region 11 Yogyakarta.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat risiko kredit Small,
menganalisis pola pemburukan pada pinjaman dengan vintage kurang dari 12 bulan,
serta mengungkap faktor penyebab utama. Pendekatan kualitatif deskriptif
digunakan dengan memanfaatkan data internal BRI Region 11 Yogyakarta periode
2022–2025. Metode Vintage Analysis diterapkan untuk menilai perilaku pinjaman
secara longitudinal berdasarkan usia kredit.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredit dengan vintage kurang dari 12
bulan mengalami pemburukan signifikan, ditandai peningkatan NPL hingga 3,21%
pada 2024, level tertinggi dalam empat tahun terakhir. Faktor penyebab berasal dari
pencabutan kebijakan stimulus, kondisi makroekonomi, keterbatasan informasi,
dan kelemahan manajerial debitur. Segmen Small tercatat sebagai penyumbang
terbesar pemburukan kualitas kredit, sehingga berdampak pada profitabilitas dan
peningkatan kebutuhan pencadangan kerugian.
Kesimpulannya, risiko kredit pada segm-en Small sangat tinggi dan
memerlukan strategi mitigasi khusus. BRI perlu memperkuat prinsip kehati-hatian,
memperbaiki sistem monitoring berbasis vintage, serta meningkatkan literasi
finansial debitur. Penelitian selanjutnya disarankan mengombinasikan Vintage
Analysis dengan model prediktif kuantitatif untuk menghasilkan proyeksi risiko
yang lebih komprehensif.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Risiko Kredit, Non-Performing Loan, Vintage Analysis, Kredit Small, BRI Region 11 Yogyakarta. |
| Subjects: | Economics and Business Economics and Business > Management |
| Divisions: | Faculty of Economics and Business > Department of Management |
| Depositing User: | Manajemen Lib |
| Date Deposited: | 08 Oct 2025 07:54 |
| Last Modified: | 08 Oct 2025 07:54 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/39700 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
