Saniyya, Fahma (2025) Sintesis dan Karakterisasi Diammonium Fosfat Berbasis Matriks Silika dan Kitosan sebagai Pupuk Lepas Lambat. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika.
|
Text
1. COVER.pdf Download (15kB) |
|
|
Text
5. DAFTAR ISI.pdf Download (195kB) |
|
|
Text
9. ABSTRAK.pdf Download (124kB) |
|
|
Text
11. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (310kB) |
|
|
Archive
Fahma Saniyya.zip Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Pupuk diammonium fosfat (DAP) merupakan sumber nitrogen dan fosfor
esensial bagi tanaman, namun kelarutannya yang tinggi menyebabkan efisiensi
penyerapan unsur hara oleh tanaman menjadi rendah. Formulasi pupuk lepas
lambat dengan penambahan matriks dapat menjadi solusi untuk meningkatkan
efisiensi penyerapan unsur hara oleh tanaman. Silika sebagai matriks dapat
mengendalikan pelepasan unsur hara melalui porinya, namun penggunaannya
pada pupuk DAP kurang optimal untuk retensi fosfor. Penambahan kitosan
dengan gugus amina terprotonasi dapat mengoptimalkan retensi fosfor dan
mengendalikan pelepasan unsur hara secara lebih terkendali. Penelitian ini
dilakukan melalui empat tahapan, diantaranya pembuatan pupuk DAP,
penambahan pupuk DAP dengan matriks silika (DAP@SG) dan silika-kitosan
(DAP@SG/CTS), karakterisasi menggunakan FTIR untuk menentukan gugus
fungsi dan SEM-EDX untuk menentukan morfologi permukaan dan komposisi
unsur, serta uji lepas lambat fosfor. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan
gugus fungsi N─H dari DAP, DAP@SG, dan DAP@SG/CTS berturut-turut pada
1402, 1400, dan 1401 cm-1 dan gugus fungsi P─O pada 1041, 1048, dan 1049 cm-
1. Peningkatan retensi fosfor oleh adanya kitosan ditunjukkan oleh persentase
massa kandungan fosfor pada DAP@SG/CTS sebesar 1,16%, dimana lebih tinggi
dibandingkan DAP@SG sebesar 0,79%. Keberhasilan sintesis DAP@SG dan
DAP@SG/CTS sebagai pupuk lepas lambat ditunjukkan oleh rendahnya
konsentrasi total fosfor yang dilepaskan berturut-turut sebesar 19,107 mg/L dan
25,925 mg/L selama 10 hari, jauh lebih lambat dibandingkan pupuk DAP pada
141,878 mg/L selama 6 hari. Sementara itu, waktu maksimum pelepasan fosfor
oleh pupuk DAP@SG/CTS terjadi lebih lambat pada hari ke-8 dibandingkan
dengan DAP@SG pada hari ke-6. Persentase massa total pelepasan fosfor sebesar
24,19% pada DAP@SG dan 22,35% pada DAP@SG/CTS selama 10 hari,
menunjukkan bahwa penambahan kitosan efektif dalam mengendalikan profil
pelepasan fosfor secara perlahan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 07 Oct 2025 04:10 |
| Last Modified: | 07 Oct 2025 04:10 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/39567 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
