Dhamayanti, Annisa Ayu (2025) Pengaruh Jenis Sumber Karbon Pada Produksi Eksopolisakarida oleh Bakteri Halofilik Bacillus clausii J1G-0%B dan Potensinya Sebagai Bioemulsifier Pada Produk Kosmetik. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika.
|
Text
01. Cover.pdf Download (19kB) |
|
|
Text
05. Daftar Isi.pdf Download (49kB) |
|
|
Text
09. Ringkasan.pdf Download (12kB) |
|
|
Text
10. Summary.pdf Download (12kB) |
|
|
Text
11. BAB I.pdf Download (21kB) |
|
|
Archive
Annisa Ayu Dhamayanti.zip Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Seiring dengan peningkatan konsumen akan produk kosmetik di Indonesia,
industri kosmetik berupaya untuk terus berinovasi, baik dari segi formulasi,
kualitas, dan penggunaan produk alami. Penggunaan emulsifier sintetis dalam
formulasi kosmetik saat ini masih banyak dilakukan, salah satunya yaitu Polisorbat
80, yang diketahui mudah terdegradasi pada lingkungan ekstrem, penggunakan
emulsifier sintetis dapat digantikan oleh bioemulsifier atau emulsifier alami.
Bioemulsifier dibanding emulsifier sintetis menunjukkan kemampuan stabilisasi
emulsi yang sangat baik, mudah diurai dan ketahanan terhadap kondisi ekstrim
seperti variasi salinitas, suhu, dan pH. Salah satu jenis bioemulsifier yang diketahui
adalah eksopolisakarida, metabolit sekunder yang dihasilkan oleh mikroorganisme
yang mempunyai potensi selain sebagai bioemulsifier, juga mempunyai sifat retensi
terhadap kelembaban yang baik, sehingga sesuai jika digunakan dalam formulasi
kosmetik. Bacillus clausii J1G-0%B merupakan bakteri halofilik gram positif yang
mampu menghasilkan eksopolisakarida. Tujuan dari penelitian ini yaitu,
menentukan konsentrasi dan jenis sumber karbon untuk menghasilkan produksi
eksopolisakarida yang optimal oleh halofilik Bacillus clausii J1G-0%B, serta
potensinya sebagai bioemulsifier dan hydrating agent .
Penelitian ini dilakukan dengan tahapan, peremajaan bakteri Bacillus clausii
J1G-0%B, konfirmasi bakteri Bacillus clausii J1G-0%B dengan pewarnaan gram,
penentuan konsentrasi optimal masing-masing sumber karbon glukosa, fruktosa,
dan sukrosa dengan uji penyebaran minyak dan aktivitas emulsifikasi. Ektraksi
eksopolisakarida dengan presipitasi menggunakan etanol absolut. Karakterisasi
jenis eksopolisakarida menggunakan Spektrofotometer Fourier Transform Infrared
(FTIR), Kromatografi Lapis Tipis, dan penentuan kadar gula dan protein. Uji
bioemulsifier eksopolisakarida dengan penentuan indeks emulsifikasi (IE24), uji
kestabilan eksopolisakarida sebagai bioemulsifer, dan uji potensi eksopolisakarida
sebagai hydrating agent.
Hasil skrining uji sebaran minyak dan uji aktivitas emulsifikasi, menunjukkan
konsentrasi yang optimal dari setiap sumber karbon adalah 1% (b/v). Substrat yang
optimal dalam produksi eksopolisakarida adalah glukosa dengan konsentrasi 1%
(b/v) yang diinkubasi selama 10 hari (G10), dengan rendemen sampel 5,79 g/L,
kadar total gula tertinggi yaitu sebagai bioemulsifier adalah 89,4%. Hasil FTIR dan
analisis KLT pada eksopolisakarida G10 menunjukkan adanya gugus O-H, C=O, -
C-H, dan C-O dan merupakan homopolisakarida. Pada eksopolisakarida G10
konsentrasi 40.000 ppm mempunyai nilai Indeks Emulsifikasi (IE24) tertinggi
terhadap minyak zaitun dan minyak jarak yaitu sebesar 100% dan stabilitas emulsi
yang baik. Eksopolisakarida yang dihasilkan Bacillus clausii J1G-0%B punya
indeks kelarutan tinggi dalam air dan besar indeks retensi kelembaban yang cukup
baik, sehingga berpotensi sebagai hydrating agent pada produk kosmetik.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 06 Oct 2025 10:08 |
| Last Modified: | 06 Oct 2025 10:10 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/39525 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
