Search for collections on Undip Repository

Formulasi Dan Uji Antibakteri Gel Antijerawat Ekstrak Etanol Lidah Buaya Terenkapsulasi Kitosan Terhadap Bakteri Cutibacterium acnes

Tsabita, Hana (2025) Formulasi Dan Uji Antibakteri Gel Antijerawat Ekstrak Etanol Lidah Buaya Terenkapsulasi Kitosan Terhadap Bakteri Cutibacterium acnes. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika.

[thumbnail of 01 Cover_Hana Tsabita.pdf] Text
01 Cover_Hana Tsabita.pdf

Download (511kB)
[thumbnail of 04 Abstrak Bahasa Indonesia_Hana Tsabita.pdf] Text
04 Abstrak Bahasa Indonesia_Hana Tsabita.pdf

Download (564kB)
[thumbnail of 06 Daftar Isi_Hana Tsabita.pdf] Text
06 Daftar Isi_Hana Tsabita.pdf

Download (561kB)
[thumbnail of 10 Bab 1 Pendahuluan_Hana Tsabita.pdf] Text
10 Bab 1 Pendahuluan_Hana Tsabita.pdf

Download (510kB)
[thumbnail of Hana Tsabita.zip] Archive
Hana Tsabita.zip
Restricted to Repository staff only

Download (9MB) | Request a copy

Abstract

Jerawat (acne vulgaris) merupakan peradangan kronis pada folikel rambut yang
umumnya disebabkan oleh bakteri Cutibacterium acnes. Lidah buaya (Aloe vera)
diketahui memiliki aktivitas antibakteri yang efektif, namun memiliki kelemahan pada
stabilitas ekstraknya. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi gel antijerawat
berbahan dasar ekstrak etanol lidah buaya yang dienkapsulasi dalam matriks kitosan guna
meningkatkan stabilitas dan efektivitas antibakteri. Enkapsulasi dilakukan menggunakan
metode gelasi ionik dan dikarakterisasi melalui analisis FTIR dan SEM. Hasil
karakterisasi menunjukkan efisiensi enkapsulasi sebesar 89,85%, dengan morfologi
nanopartikel berbentuk sferis dan ukuran 214–732 nm. Gel antijerawat diformulasikan
dalam tiga konsentrasi (5%, 10%, dan 15%) dan diuji aktivitas antibakterinya terhadap
Cutibacterium acnes menggunakan metode difusi cakram. Formula 3 (15%) gel
antijerawat ekstrak etanol lidah buaya terenkapsulasi kitosan menunjukkan zona hambat
terbesar sebesar 11 mm (kategori kuat). Evaluasi fisik selama 15 hari menunjukkan gel
memiliki stabilitas pH (5,3–5,5), dan memiliki daya sebar baik (5,8–6,0 cm). Berdasarkan
uji organoleptik dilakukan dengan 30 panelis, Formula 1 (5%) gel antijerawat ekstrak
etanol lidah buaya terenkapsulasi kitosan paling disukai panelis. Penelitian ini
menunjukkan bahwa teknik enkapsulasi memberikan kontribusi terhadap peningkatan
efektivitas antibakteri stabilitas gel antijerawat.
Kata kunci: Cutibacterium acnes, enkapsulasi, gel antijerawat, lidah buaya, kitosan

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Department of Biotechnology
Depositing User: Suhersi Rahmadhani
Date Deposited: 06 Oct 2025 02:40
Last Modified: 06 Oct 2025 02:40
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/39447

Actions (login required)

View Item View Item