Ismail, Muhamad Fajrin and Fitriyah, Fitriyah (2025) DAMPAK NEGATIF TRANSFORMASI LAHAN PERTANIAN MENJADI LAHAN INDUSTRI DI MEGALOPOLIS MANUNGGAL 2100 (MM 2100), KABUPATEN BEKASI. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
Cover.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (484kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf - Submitted Version Download (344kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf - Submitted Version Download (466kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (605kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf - Submitted Version Download (210kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (239kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (668kB) |
Abstract
Penelitian ini memfokuskan kajiannya pada dampak negatif transformasi lahan
pertanian menjadi kawasan industri terhadap masyarakat lokal di sekitar kawasan
Megalopolis Manunggal 2100 (MM2100), Kabupaten Bekasi. Perubahan fungsi lahan
yang awalnya berperan penting dalam ketahanan pangan dan mata pencaharian petani,
kini menghadapi ancaman akibat ekspansi kawasan industri yang masif. Fokus utama
penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dampak sosial, ekonomi, dan ekologis
yang ditimbulkan, serta mengevaluasi sejauh mana peran pemerintah daerah dalam
mengatasi persoalan tersebut.
Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data
berupa wawancara mendalam terhadap petani terdampak, anggota organisasi tani, serta
aparatur pemerintah daerah. Observasi lapangan dan studi dokumentasi turut dilakukan
untuk mendukung validitas data. Informan dipilih menggunakan teknik purposive
sampling berdasarkan relevansi pengalaman dan peranannya terhadap fenomena yang
diteliti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi lahan pertanian ke lahan industri
menyebabkan terjadinya hilangnya mata pencaharian petani, ketimpangan ekonomi,
marginalisasi sosial, serta penurunan kualitas lingkungan. Kompensasi yang diberikan
kepada warga terdampak dinilai tidak proporsional dan tidak dibarengi pelatihan
keterampilan kerja yang layak. Pemerintah daerah dinilai belum optimal dalam
perannya, terutama dalam hal perencanaan tata ruang yang berkelanjutan, pengawasan
penggunaan lahan, dan mitigasi dampak sosial-ekonomi.
Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa transformasi lahan yang tidak
terkelola dengan baik akan menimbulkan ketimpangan struktural dan krisis sosial di
masyarakat agraris. Oleh karena itu, direkomendasikan agar pemerintah daerah
memperkuat peran regulatif dan pengawasan tata ruang, meningkatkan program
pelatihan kerja untuk masyarakat terdampak, serta mendorong skema pembangunan
industri yang lebih inklusif dan berkeadilan sosial. Implementasi konsep pembangunan
berkelanjutan perlu menjadi dasar dalam setiap kebijakan konversi lahan.
Kata Kunci: Transformasi lahan, kawasan industri MM2100, dampak negatif
transformasi lahan, peran pemerintah.
149 ILMU PEMERINTAHAN 2025
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 02 Oct 2025 06:20 |
| Last Modified: | 02 Oct 2025 06:20 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/39278 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
