Alghiffari, Bintang Hafidz and Alfian, Muhammad Faizal (2025) STRATEGI INDONESIA DALAM MENGATASI PERMASALAHAN LAUT CHINA SELATAN MELALUI PENDEKATAN IDENTITAS. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
Cover.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (647kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf - Submitted Version Download (312kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf - Submitted Version Download (351kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (242kB) |
|
|
Text
bab IV.pdf - Submitted Version Download (158kB) |
|
|
Text
daftar pustaka.pdf - Submitted Version Download (261kB) |
Abstract
Sengketa Laut China Selatan merupakan salah satu isu geopolitik paling kompleks di kawasan Asia-Pasifik, melibatkan klaim wilayah, perebutan sumber daya, serta rivalitas antar kekuatan besar. Indonesia bukan negara pengklaim utama, namun klaim sepihak China melalui nine-dash line telah memasuki wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Laut Natuna Utara. Kondisi ini memicu respons diplomasi Indonesia untuk menjaga kedaulatan tanpa menimbulkan eskalasi konflik. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi diplomasi Indonesia dalam merespons sengketa Laut China Selatan melalui teori National Role Conception (NRC) K.J. Holsti. NRC menjelaskan bagaimana peran nasional terbentuk melalui interaksi antara persepsi internal (ego) para pembuat kebijakan dan ekspektasi eksternal (alter) dari aktor lain. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik studi pustaka dan analisis isi. Data diperoleh dari dokumen resmi pemerintah, laporan organisasi internasional, jurnal akademik, serta pemberitaan media nasional dan global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memaknai dirinya (ego) sebagai honest broker netral dan penegak hukum internasional, yang tercermin dalam strategi diplomasi preventif, penguatan ASEAN, serta penegasan posisi hukum berdasarkan UNCLOS 1982. Sementara itu, pihak luar (alter), terutama ASEAN dan mitra Barat, mengharapkan Indonesia memainkan peran pemimpin regional dan penengah sengketa. Namun, ekspektasi China sering menimbulkan ketegangan karena mendorong Indonesia mengadopsi narasi “overlapping maritime rights and interests.” Temuan ini menegaskan bahwa strategi Indonesia dalam menghadapi sengketa Laut China Selatan merupakan hasil dari proses konstruksi peran nasional, di mana konvergensi ego–alter memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin de facto ASEAN dan middle power Indo-Pasifik, sementara perbedaan ekspektasi dengan China menimbulkan dilema yang menguji konsistensi peran tersebut.
Kata Kunci : Laut China Selatan, National Role Conception, NRC, diplomasi Indonesia, UNCLOS 1982
No.105 Hubungan Internasional 2025
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 02 Oct 2025 04:33 |
| Last Modified: | 02 Oct 2025 04:33 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/39260 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
