Search for collections on Undip Repository

Diatom Epipelik sebagai Bioindikator Perubahan Kualitas Perairan di Kawasan Hutan Mangrove Desa Junganyar, Kabupaten Bangkalan.

Syaikal, Muhammad Fikri (2025) Diatom Epipelik sebagai Bioindikator Perubahan Kualitas Perairan di Kawasan Hutan Mangrove Desa Junganyar, Kabupaten Bangkalan. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika.

[thumbnail of 1. Cover.pdf] Text
1. Cover.pdf

Download (159kB)
[thumbnail of 4. Abstrak.pdf] Text
4. Abstrak.pdf

Download (185kB)
[thumbnail of 7. Daftar Isi.pdf] Text
7. Daftar Isi.pdf

Download (191kB)
[thumbnail of 11. BAB I.pdf] Text
11. BAB I.pdf

Download (241kB)
[thumbnail of Muhammad Fikri Syaikal.zip] Archive
Muhammad Fikri Syaikal.zip
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Kawasan mangrove Desa Junganyar, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan
memiliki peran penting dalam aspek ekonomi, ekologi, dan sosial budaya
masyarakat. Namun, ekosistem ini mengalami degradasi akibat abrasi dan tingginya
laju pencemaran limbah. Salah satu pendekatan efektif untuk memantau perubahan
kualitas perairan adalah melalui analisis diatom epipelik sebagai bioindikator
ekologi. Diatom epipelik merupakan mikroalga kosmopolit yang hidup menempel
pada sedimen perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur
komunitas diatom, meliputi kemelimpahan, komposisi, indeks keanekaragaman,
kemerataan, dan dominansi serta menelaah tren perubahan kualitas perairan
berdasarkan biostatigrafi diatom epipelik. Sampel sedimen diambil menggunakan
Russian Corer dan diperoleh 200 cm sampel sedimen kemudian diiris per 1 cm.
Sampel sedimen didigesti menggunakan HCl & H2O2 10%; dipreparasi
menggunakan lem Naphrax; dan diamati menggunakan mikroskop perbesaran
1000x. Kemelimpahan spesies dianalisis menggunakan software PAST dan C2
untuk menghitung indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi; membuat
diagram clustering model Bray-Curtis; dan membuat diagram stratigrafi. Diatom
yang ditemukan termasuk dalam 40 famili, 67 genus, dan 161 spesies. Struktur
komunitas diatom epipelik memiliki kestabilan rendah hingga tinggi berdasarkan
indeks keanekaragaman Shannon Wiener yang bernilai 0,7–3,83. Tiga spesies
dengan kemelimpahan tertinggi yaitu Aulacoseira granulata, Plagiogramma
tenuistriatum, dan Coscinodiscus marginatus. Komposisi diatom berdasarkan cara
hidup tersusun dari 77% diatom bentik. Sedangkan, komposisi diatom berdasarkan
habitat tersusun dari 49% diatom air tawar. Indeks kemerataan dan dominansi
berturut-turut bernilai 0,34 – 0,84 dan 0,03 – 0,64. Berdasarkan biostrastigasfi
diatom, terjadi tren perubahan kualitas perairan dari air tawar-payau (salinitas
rendah) alkaline tercemar ringan di zona 1 menjadi air laut (salinitas tinggi) di zona
2

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Department of Biology
Depositing User: Suhersi Rahmadhani
Date Deposited: 01 Oct 2025 07:35
Last Modified: 01 Oct 2025 07:35
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/39235

Actions (login required)

View Item View Item