Search for collections on Undip Repository

PENGARUH JARAK TRANSPORTASI DAN BOBOT BADAN TERHADAP EFEKTIVITAS STUNNING AYAM BROILER.

DEVI, PRATIWI and TEYSAR, ADI SARJANA and EDJENG, SUPRIJATNA (2020) PENGARUH JARAK TRANSPORTASI DAN BOBOT BADAN TERHADAP EFEKTIVITAS STUNNING AYAM BROILER. Undergraduate thesis, FACULTY OF ANIMAL AND AGRICULTURAL SCIENCES.

[img] PDF
COVER.pdf

Download (651kB)
[img] PDF
BAB I.pdf

Download (15kB)
[img] PDF
BAB II.pdf

Download (27kB)
[img] PDF
BAB III.pdf

Download (175kB)

Abstract

DEVI PRATIWI. 23010116140167. 2020. Pengaruh Jarak Transportasi dan
Bobot Badan terhadap Efektivitas Stunning (Pembimbing : TEYSAR ADI
SARJANA dan EDJENG SUPRIJATNA).

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jarak transportasi
terhadap efektivitas stunning ayam broiler. Penelitian dilaksanakan di Rumah
Pemotongan Ayam (RPA) PT Samaco Karkasindo Utama, Juwana, Pati pada 7
Januari 2019 – 7 Februari 2019.
Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah 49.040 ekor ayam broiler
yang telah dipanen dari peternakan yang berbeda lokasi dengan bobot badan <2 ±
0,48 kg dan ≥ 2 ± 0,44 kg. Transportasi yang digunakan yaitu truk terbuka dengan
kapasitas 1377-2754 ekor. Peralatan yang digunakan antara lain timer untuk
mengukur durasi bleeding dan durasi wing flapping, termometer, dan timbangan.
Serangkaian alat stunning dengan mengunakan aliran Alternating Curent (AC),
arus sebesar 5 A dan tegangan 60 V dan frekuensi 50 Hz. Kemudian setiap unit
percobaan diambil data sampel sebanyak 3 ekor ayam broiler untuk parameter
durasi bleeding 3 ekor untuk parameter wing flapping, dan 60 ekor untuk
parameter consciousness. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan
acak lengkap pola faktorial dengan 2 perlakuan jarak dan 2 perlakuan bobot
badan, dan diulang 7 ulangan sehingga terdapat 28 unit percobaan, Perlakuan 1
(T1P1) :Jarak transportasi < 60km dengan bobot badan < 2kg, Perlakuan 2
(T1P2) :Jarak transportasi < 60km dengan bobot badan ≥ 2kg, Perlakuan 3 (T2P1)
:Jarak transportasi 60-90km dengan bobot badan < 2kg, Perlakuan 4 (T2P2) :
Jarak transportasi 60-90km dengan bobot badan ≥ 2kg Parameter yang diamati
adalah consciousness, durasi bleeding, dan wing flapping. Data yang diperoleh
selanjutnya dianalisis ragam, hasil analisis ragam yang menunjukkan signifikan
diuji lebih lanjut menggunakan uji duncan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi (P>0,05)
antara jarak transportasi dan bobot badan terhadap kondisi conciousness, durasi
bleeding, dan wing flapping. Faktor jarak transportasi 60-90 km tidak berpengaruh
(P>0,05) terhadap kondisi consciousness namun signifikan (P≤0,05)
meningkatkan durasi bleeding dan wing flapping. Demikian pula faktor bobot
badan ayam broiler tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap kondisi consciousness
dan durasi Bleeding akan tetapi bobot badan yang besar ≥ 2kg berpengaruh signifikan (P≤0,05) meningkatkan durasi wing flapping.
Simpulan dari penelitian ini adalah Jarak transportasi 60 - 90km meningkatkan durasi bleeding dan durasi wing flapping. Ayam broiler dengan bobot badan ≥ 2kg meningkatkan durasi wing flapping, sehingga menurunkan
efektivitasstunning.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Divisions: Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
Depositing User: FPP Undip
Date Deposited: 25 Aug 2020 04:33
Last Modified: 25 Aug 2020 04:33
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/3893

Actions (login required)

View Item View Item