Search for collections on Undip Repository

HUBUNGAN ANTARA KADAR TOTAL ANTIOXIDANT CAPACITY (TAC) DAN INDEX MASSA TUBUH (IMT) TERHADAP GEJALA KLINIS PADA PASIEN PSKOSIS EPISODE PERTAMA

Iswaningtyas, Fenty and Jusup, Innawati and Asikin, Hang Gunawan and Sarjana, Widodo (2025) HUBUNGAN ANTARA KADAR TOTAL ANTIOXIDANT CAPACITY (TAC) DAN INDEX MASSA TUBUH (IMT) TERHADAP GEJALA KLINIS PADA PASIEN PSKOSIS EPISODE PERTAMA. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of Abstrak-thesis] Text (Abstrak-thesis)
ABSTRAK.pdf

Download (131kB)

Abstract

Latar Belakang : Psikosis episode pertama merupakan fase kritis yang memerlukan intervensi dini karena berhubungan erat dengan perkembangan gangguan psikotik kronis. Kadar Total Antioxidant Capacity (TAC) dan Index Massa Tubuh (IMT) yang merupakan salah satu indikator metabolik dapat mempengaruhi beratnya gejala klinis, karena pengobatan ke depannya akan menimbulkan gangguan metabolik serta stres oksidatif yang berperan dalam patofisiologi psikosis. Hubungan antara TAC dan IMT terhadap gejala klinis belum terjelaskan secara memadai sehingga penting untuk mengungkap korelasi tersebut beserta implikasinya.
Tujuan : Mengetahui hubungan antara Total Antioxidant Capacity (TAC) dan Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap gejala klinis pada pasien psikosis episode pertama.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional. Subjek penelitian sebanyak 38 responden dengan psikosis episode pertama yang memenuhi kriteria psikosis sesuai MINI ICD-10. Data demografi didapatkan dari wawancara dan kuesioner. Kadar Total Antioxidant Capacity (TAC) diperiksa dari sampel darah pasien. Indeks Massa Tubuh (IMT) dihitung sesuai dengan pengukuran antropometri terakhir. Gejala klinis dinilai dengan kuesioner Positive And Negative Syndrome Scale (PANSS).
Hasil : Hasil analisis multivariat hubungan antara Total Antioxidant Capacity (TAC) dan Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap gejala klinis pada pasien psikosis episode pertama didapatkan hasil bahwa IMT memiliki asosiasi yang signifikan dengan skor Gejala Positif (p=0.017)). Sedangkan Kadar TAC tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan subskala PANSS (positif, negatif, dan psikopatologi umum) maupun skor total (p>0,05).
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan signifikan antara TAC dengan gejala klinis pada pasien psikosis episode pertama Sedangkan terdapat hubungan signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap gejala klinis terutama gejala positif pada pasien psikosis episode pertama. Ketiadaan hubungan antara TAC dan IMT dengan gejala klinis menunjukkan bahwa keparahan gejala psikotik dipengaruhi oleh kombinasi faktor neurokimia, struktural otak, dan psikososial, yang tidak tercermin secara langsung oleh status antioksidan sistemik dan IMT.
Kata kunci : Total Antioxidant Capacity, Index Massa Tubuh, skor PANSS, Psikosis Episode Pertama

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Total Antioxidant Capacity, Index Massa Tubuh, skor PANSS, Psikosis Episode Pertama
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 29 Sep 2025 00:43
Last Modified: 29 Sep 2025 00:54
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/38899

Actions (login required)

View Item View Item