Feka, Mikhael (2025) MEMBANGUN MODEL ASSET RECOVERY TERHADAP TINDAK PIDANA KORUPSI NILAI KERUGIAN NEGARA KECIL DENGAN PENDEKATAAN RESTORATIVE JUSTICE. Doctoral thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text (Dissertation)
Mikhael Cover.pdf - Accepted Version Download (442kB) |
Abstract
Tindak pidana korupsi merupakan ancaman serius terhadap keuangan negara, stabilitas perekonomian, serta integritas moral dan etika kehidupan berbangsa dan bernegara. Penegakan hukum yang selama ini mengandalkan pendekatan pidana dan perdata belum mampu memberikan hasil optimal, terutama dalam kasus dengan nilai kerugian negara yang kecil. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan alternatif yang lebih efektif, salah satunya adalah pemulihan aset melalui pendekatan restorative justice. Rumusan masalah dalam peneltian ini adalah Bagaimana Asset Recovery Terhadap Tindak Pidana Korupsi Nilai Kerugian Negara Kecil Dengan Pendekataan Restorative Justice saat ini?. Mengapa diperlukan Pendekataan Restorative Justice dalam Asset Recovery terhadap tindak pidana pidana korupsi dengan nilai kerugian kecil?. Bagaimana Model Asset Recovery Terhadap Tindak Pidana Korupsi Nilai Kerugian Negara Kecil Dengan Pendekataan Restorative Justice yang akan datang?
Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan data sekunder berupa bahan hukum primer dan sekunder. Pendekatan yang digunakan mencakup analisis terhadap peraturan perundang-undangan yang relevan, seperti Pasal 4 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, serta kajian teoretis mengenai konsep restorative justice dalam konteks pemulihan aset.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Asset recovery terhadap tindak pidana korupsi dengan kerugian negara kecil saat ini masih didominasi oleh pendekatan represif melalui jalur pidana, namun belum optimal dalam memulihkan kerugian negara secara cepat dan efisien. Pendekatan restorative justice diperlukan karena menawarkan solusi yang lebih efisien dan berkeadilan dalam penyelesaian perkara, dengan fokus pada pemulihan kerugian negara, bukan sekadar pemidanaan pelaku. Model yang dapat diterapkan ke depan adalah Model Dual Track System Selective, yang menggabungkan jalur pidana dan restoratif, serta Model Maximalist yang menekankan pemulihan maksimal melalui penyitaan, negosiasi, dan pencegahan pelarian aset. Meskipun demikian, pendekatan ini harus mempertimbangkan Pasal 4 UU Tipikor yang menyatakan bahwa pengembalian kerugian negara tidak menghapuskan pidana pelaku.
Penelitian ini menyarankan pengembangan model pemulihan aset yang mengintegrasikan restorative justice untuk meningkatkan efektivitas pemulihan dan menjamin keadilan yang lebih menyeluruh bagi semua pihak, sehingga menjadi alternatif yang lebih efisien dan adil dibandingkan mekanisme konvensional.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Additional Information: | Silakan Menghubungi Perpustakaan Program Doktor Hukum Undip, Jika Memerlukan File ini |
| Uncontrolled Keywords: | Tindak pidana korupsi, restorative justice, pemulihan aset |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Doctor Program in Law |
| Depositing User: | Dyan Pitra Chrisnawan |
| Date Deposited: | 25 Sep 2025 03:23 |
| Last Modified: | 25 Sep 2025 03:23 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/38743 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
