BADSTY, MONICA and Alfirdaus, Laila Kholid (2025) DISKRIMINASI RASIAL DAN DEMOKRASI: KASUS BLACK LIVES MATTER PASCA PENEMBAKAN GEORGE FLOYD TAHUN 2020. Masters thesis, Master Program In Political Science.
|
Text
Cover.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (610kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf - Published Version Download (518kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf - Published Version Download (249kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf - Published Version Download (513kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf - Published Version Download (502kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf - Published Version Download (234kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (268kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (238kB) |
Abstract
Pasca penembakan George Floyd oleh polisi memicu reaksi mobilisasi global yang
belum terjadi sebelumnya, mengungkap kontrakdiksi mendasar antara ideal
normatif demokrasi Amerika dengan realitas hierarki rasial yang
terinstitusionalisasi. Dengan menggunakan kerangka analisis yang memadukan
Critical Race Theory, Social Movement Theory, dan Counter Discourse Theory,
penelitian ini bertujuan mengkaji mekanisme proses subordinasi rasial serta strategi
simbolik dan afektif yang digunakan marjinal dalam menentang narasi hegemonik.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus,
menggunakan data sekunder yang luas, mencakup literatur akademik, dokumen
kebijakan resmi, laporan IGO maupun NGO, serta artefak media digital. Sehingga
penelitian, ini menganalisis secara kritis keterkaitan antara rasisme sistemik,
stereotipe representasional, dan resistansi sipil, guna menjelaskan bagaimana
kekerasan negara berbasil ras dinormalisasi segaligus dilawan dalam wacana sosial
politik kontemporer. Hasil penelitian menunjukan bahwa kekerasan rasial di
Amerika bukan merupakan anomali, melainkan fitur struktural dari perangkat
demokrasi yang dilegitimasi oleh institusi hukum, politik, dan media. Peredaran
global citra George Floyd berfungsi sebagai situs interseksionalitas simbolik,
tempat beragam ketimpangan berbasis ras, kelas, dan geopolitik berkonvergensi.
Gerakan Black Lives Matter, melalui pemanfaatan platform digital dan taktik
wacana tandingan, berhasil mengubah penderitaan individu menjadi klaim kolektif
atas reformasi struktural dan keadilan sosial.
Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap diskursus akademik tentang ras,
demokrasi, dan politik media, serta memberikan perspektif kritis untuk
merekonstruksi ulang akuntabilitas demokratis dalam era aktivisme digital,
pemerintah algoritmik, dan plotisasi penderitaan visual.
Kata Kunci: rasisme strutural, Black Lives Matter, demokrasi Amerika, Counter
Discourse, aktivisme, politik visual, George Floyd.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Master Program in Political Science |
| Depositing User: | Febriana MIPOL |
| Date Deposited: | 16 Sep 2025 06:57 |
| Last Modified: | 16 Sep 2025 06:57 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/38358 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
