PANJAITAN, Christovan Yesayas Mulahabinsaran (2025) ANALISIS PENGARUH PENERAPAN QUANTITATIVE EASING TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI: STUDI LINTAS NEGARA PADA ADVANCED ECONOMIES DAN EMERGING MARKET ECONOMIES. Undergraduate thesis, UNDIP: Fakultas Ekonomika dan Bisnis.
|
Text (Cover)
1. S - Cover - 12020121140200.pdf - Published Version Download (186kB) |
|
|
Text (Abstrak (Inggris))
4. S - Abstrak (Inggris) - 12020121140200.pdf - Published Version Download (398kB) |
|
|
Text (Abstrak (Indonesia))
5. S - Abstrak (Indonesia) - 12020121140200.pdf - Published Version Download (376kB) |
|
|
Text (Daftar Isi)
6. S - Daftar Isi - 12020121140200.pdf - Published Version Download (569kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
12. S - Daftar Pustaka - 12020121140200.pdf - Published Version Download (3MB) |
|
|
Text (Fulltext PDF Bookmarks)
16. S - Fulltext PDF Bookmarks - 12020121140200.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini menganalisis penerapan kebijakan moneter non konvensional berupa Quantitative Easing (QE) dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi di negara-negara yang tergabung dari Advanced Economies (AE) dan Emerging Market Economies (EME) selama periode 2000–2023. Penelitian ini menemukan beberapa temuan kunci, menggunakan metode one-step System GMM pada data panel dari 8 negara yakni negara AE (Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan Swedia) dan negara EME (Indonesia, Thailand, Filipina, dan India). Dalam jangka pendek, total aset bank sentral dan periode penerapan QE menunjukkan hubungan negatif signifikan dengan pertumbuhan ekonomi. Namun, QE efektif meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan aset pada periode penerapan QE secara signifikan. Sementara, tingkat dasar pertumbuhan ekonomi negara AE lebih rendah signifikan dibandingkan negara EME. Namun, M riil, tingkat suku bunga acuan, dan pengeluaran pemerintah ditemukan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara tidak signifikan. Dalam jangka panjang, dampak pengaruh QE menjadi tidak signifikan, menunjukkan sifatnya yang sementara. Namun, tingkat suku bunga acuan dan pengeluaran pemerintah terbukti signifikan dalam jangka panjang. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan QE, khususnya saat kondisi liquidity trap, dinilai efektif memulihkan ekonomi melalui peningkatan aset.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kebijakan Moneter Non Konvensional, Quantitative Easing (QE), Pertumbuhan Ekonomi, Advanced Economies (AE), Emerging Market Economies (EME), System GMM |
| Subjects: | Economics and Business > Economic Sciences Economics and Business |
| Divisions: | Faculty of Economics and Business > Department of Economics and Development Studies |
| Depositing User: | IESP Lib |
| Date Deposited: | 16 Sep 2025 04:14 |
| Last Modified: | 16 Sep 2025 04:14 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/38342 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
