Wongkar, Elnando Gratia Alexsandro and Dwiningtyas, Hapsari (2025) MEMAKNAI SUBJEKTIVITAS PEREMPUAN DALAM FILM POOR THINGS. Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
3. Cover.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
4. Bab I.pdf - Submitted Version Download (442kB) |
|
|
Text
5. Bab II.pdf - Submitted Version Download (385kB) |
|
|
Text
6. Bab III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
|
|
Text
7. Bab IV.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
8. Bab V.pdf - Submitted Version Download (238kB) |
|
|
Text
9. Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (210kB) |
|
|
Text
10. Lampiran.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (15MB) |
Abstract
Representasi perempuan dalam film sering kali di konstruksi dari sudut pandang laki-laki (male
gaze), yang memposisikan perempuan sebagai objek visual untuk kepuasan laki-laki dan
komersialisasi, bukan sebagai subjek dengan agensi dan otonomi. Padahal film secara normatif
harus menjadi media representasi yang adil dan setara bagi perempuan. Film Poor Things
(2023) menjadi kasus menarik karena menghadirkan tokoh utama perempuan, Bella Baxter,
dengan narasi yang menyuarakan tema feminisme dan kebebasan eksistensial, namun juga
menampilkan eksploitasi tubuh perempuan secara eksplisit. Penelitian ini bertujuan memaknai
subjektivitas perempuan dalam Poor Things dengan menganalisis karakter, narasi, dan
visualisasi tokoh Bella. Metode yang digunakan adalah analisis wacana feminis Sara Mills,
yang mengkaji relasi kuasa, struktur naratif, dan fokalisasi untuk melihat bagaimana posisi
subjek-objek dibentuk dalam film. Kerangka ini dipadukan dengan konsep subjektivitas
perempuan menurut Simone de Beauvoir, terutama mengenai transisi perempuan dari
immanence menuju transcendence. Hasil penelitian menunjukkan film ini secara naratif
memberi ruang bagi Bella untuk berkembang menjadi subjek yang otonom, berani, dan
memiliki agensi, terlihat dalam pilihannya untuk meninggalkan kontrol laki-laki,
mengeksplorasi seksualitasnya secara sadar, dan menjadi dokter. Namun perlu dikritisi bahwa
secara visual, film Poor Things tetap mempertahankan praktik fragmentasi tubuh perempuan
melalui pengambilan gambar yang sensual dan terfokus pada bagian-bagian tubuh tertentu,
yang memperkuat male gaze dan estetika voyeuristik. Tubuh perempuan juga dikomodifikasi
sesuai standar kecantikan Barat demi kepentingan pasar, mencerminkan bagaimana kapitalisme
industri film mengeksploitasi tubuh perempuan untuk keuntungan komersial. Dengan
demikian, Poor Things menampilkan paradoks antara narasi pembebasan perempuan dan
praktik visual yang tetap mengobjektifikasi, menunjukkan pentingnya mengkaji film secara
kritis untuk memahami bagaimana media populer dapat membingkai dan membatasi
subjektivitas perempuan.
Kata Kunci:
Subjektivitas Perempuan, Poor Things, Analisis Wacana Feminis, Sara Mills, Simone de
Beauvoir, Male Gaze, Kapitalisme, Representasi Film.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Master Program in Communication Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 15 Sep 2025 04:15 |
| Last Modified: | 15 Sep 2025 04:15 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/38282 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
