RASYAD, LUTHFI HARITS and Pujiyono, Pujiyono and Sutanti, Rahmi Dwi (2020) PERANAN KETERANGAN TERDAKWA DALAM PEMERIKSAAN DAN PUTUSAN PENGADILAN SEBAGAI ALAT BUKTI PERKARA KEALPAAN DI JALAN RAYA YANG MENGAKIBATKAN MENINGGAL DUNIA (STUDI KASUS PUTUSAN DENGAN NOMOR PERKARA : 188/Pid.Sus/2017/PN Pti). _HI 2020. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
Luthfi Harits Rasyad - cover.pdf Restricted to Repository staff only Download (611kB) |
|
|
Text
Luthfi Harits Rasyad - abstrak.pdf Download (8kB) |
|
|
Text
Luthfi Harits Rasyad - bab 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (269kB) |
|
|
Text
Luthfi Harits Rasyad - bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (328kB) |
|
|
Text
Luthfi Harits Rasyad - bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (135kB) |
|
|
Text
Luthfi Harits Rasyad - bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (251kB) |
|
|
Text
Luthfi Harits Rasyad - bab 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (127kB) |
|
|
Text
Luthfi Harits Rasyad - dapus.pdf Download (19kB) |
Abstract
Pembuktian merupakan masalah yang memegang peranan dalam proses pemeriksaan di sidang pengadilan karena dengan pembuktian inilah ditentukannya nasib seorang terdakwa. Dalam pembuktian keterangan terdakwa merupakan salah satu alat bukti yang digunakan oleh hakim untuk memeriksa dan memutus suatu
perkara dalam persidangan. Keterangan terdakwa merupakan apa yang terdakwa nyatakan di sidang pengadilan dan yang dinyatakan itu adalah perbuatan yang terdakwa lakukan atau mengenai yang ia ketahui atau yang berhubungan dengan yang terdakwa alami sendiri dalam peristiwa pidana yang sedang diperiksa. Akan tetapi keterangan terdakwa tidak dapat berdiri sendiri, sehingga harus diperkuat dengan alat bukti sah lainnya, meskipun terdakwa sudah mengakui kesalahannya tetap masih diperlukan minimal satu alat bukti lagi untuk mencapai suatu minimum pembuktian. Setelah adanya minimum dua alat bukti yang sah, masih diperlukan lagi keyakinan hakim tentang telah terbuktinya suatu tindak pidana dan
terbukti pula bahwa terdakwa bersalah melakukan tindak pidana tersebut.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian
yuridis normative. Teknik pengumpulan data kepustakaan (library research) baik berupa buku-buku hukum, peraturan perundang-undangan, jurnal, makalah dan pendapat yang mempunyai hubungan relevan dengan permasalahan yang diteliti.
Kebijakan formulasi ketentuan perundang-undangan mengenai tindak pidana kealpaan di jalan raya yang mengakibatkan meninggal dunia dimana dalam KUHP Pasal 359 diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau kurungan paling lama satu tahun, sedangkan dalam Undang-Undang Lalu Lintas Pasal 310 diancam pidana penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak sebesar dua belas juta rupiah. Peran keterangan terdakwa sebagai alat bukti dalam kasus pidana dengan terdakwa Jaswadi Bin Rasiman Nomor Perkara 188/Pid.Sus/2017/PN Pti, yaitu bahwa keterangan terdakwa hanya merupakan salah satu alat bukti yang sah dalam persidangan dan bukan merupakan satu-satunya alat bukti yang digunakan oleh hakim untuk memeriksa dan memutus kasus tindak pidana harus didukung dengan alat bukti yang sah lainnya.
Kata kunci : Alat Bukti, Keterangan Terdakwa, Putusan Mahkamah Agung Nomor : 188/Pid.Sus/2017/PN Pti
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Alat Bukti, Keterangan Terdakwa, Putusan Mahkamah Agung Nomor : 188/Pid.Sus/2017/PN Pti |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Perpus FH |
| Date Deposited: | 11 Sep 2025 07:42 |
| Last Modified: | 15 Dec 2025 01:11 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/38209 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
