Nurjannah, Fadhilah Lulu and Ulliya, Sarah and Fauwas, Ahmad (2025) PEMANTAUAN CAIRAN INFUS PASIEN BERBASIS WEBSITE MULTIPLE TIMER UNTUK MENCEGAH INFEKSI ALIRAN DARAH DI RUANG RAJAWALI 2B DAN 3A RSUP DR. KARIADI SEMARANG. [Experiment] (Unpublished)
|
Text
22020124210033_Fadhilah Lulu Nurjannah_KTI PROFESI NERS.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
Abstract
Healthcare Associated Infections (HAIs) merupakan masalah global serius yang dapat ditularkan melalui berbagai jalur, termasuk alat medis yang tidak steril dan droplet udara. Di Indonesia, prevalensi HAIs, khususnya phlebitis, masih tinggi, yaitu 50,11% pada rumah sakit pemerintah dan 32,70% pada rumah sakit swasta, sehingga diperlukan upaya peningkatan pencegahan dan pengendalian infeksi. Salah satu faktor risiko HAIs adalah keterlambatan penggantian cairan infus yang dapat menyebabkan komplikasi seperti emboli, tromboflebitis, dan infeksi aliran darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan sistem pemantauan cairan infus berbasis website dengan multiple timer yang digunakan oleh perawat untuk meminimalkan kejadian keterlambatan penggantian infus dan mendukung pencegahan infeksi aliran darah di ruang Rajawali 2B dan 3A RSUP Dr. Kariadi Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan observasional dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan penelusuran dokumen. Analisis akar masalah dilakukan menggunakan diagram fishbone. Observasi dilakukan selama tiga hari pada dua ruang rawat inap dengan pengamatan volume cairan infus dan wawancara perawat terkait penggunaan website multiple timer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi website belum konsisten di seluruh shift dan masih terbatas pada tahap uji coba. Di ruang Rajawali 3A, website digunakan pada empat shift, sedangkan di ruang 2B hanya pada dua shift. Perawat menilai inovasi ini bermanfaat karena bersifat paperless dan memiliki fitur alarm pengingat yang meminimalkan keterlambatan penggantian infus. Namun, hambatan yang ditemui meliputi keterbatasan pelatihan, beban kerja tinggi, keterbatasan waktu, serta kendala teknis seperti alarm yang berbunyi bersamaan dan belum adanya sistem pelimpahan data antar shift. Kesimpulannya, sistem pemantauan cairan infus berbasis website dengan multiple timer memiliki potensi besar dalam meningkatkan keselamatan pasien dan pencegahan HAIs, namun diperlukan pelatihan yang memadai, dukungan manajerial, serta komitmen penuh dari seluruh tenaga keperawatan agar implementasi berjalan optimal.
| Item Type: | Experiment |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Healthcare Associated Infections, pemantauan cairan infus, teknologi IoT, multiple timer, pencegahan infeksi |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Nursing |
| Depositing User: | S.Hum Bekti Iskandar |
| Date Deposited: | 04 Sep 2025 03:47 |
| Last Modified: | 04 Sep 2025 03:47 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/37958 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
