Biantara, Galuh Refdy and Saragih, Ice Septriani and Jannah, Nur (2025) STUDI KASUS : IMPLEMENTASI SKIN DISINFECTION PADA AREA OPERASI LAPAROSKOPI KISTEKTOMI OLEH PERAWAT. [Experiment] (Unpublished)
|
Text
22020124210095_Galuh Refdy Biantara_KTI Profesi Ners.pdf Restricted to Registered users only Download (908kB) |
Abstract
Latar Belakang: Desinfeksi kulit sebelum operasi merupakan langkah krusial dalam mencegah infeksi lokasi pembedahan (Surgical Site Infections/SSIs), yang menjadi salah satu komplikasi pasca operasi paling umum dan berisiko tinggi. Proses ini bertujuan menghilangkan mikroorganisme sementara serta kotoran dari permukaan kulit pada area insisi sebagai bagian dari protokol antisepsis praoperasi. Infeksi lokasi pembedahan (Surgical Site Infections/SSI) merupakan komplikasi pasca operasi yang umum dan berpotensi serius, karena berdampak besar terhadap morbiditas, mortalitas, serta biaya perawatan pasien. SSI menyumbang sekitar 18% dari seluruh infeksi terkait pelayanan kesehatan, dengan tingkat kejadian berkisar antara 2% hingga 15% di negara-negara maju. Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan observasi yang dilakukan pada bulan 28 April - 03 Mei 2025 di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Semarang. Sebanyak 3 perawat kamar bedah yang melakukan skin disinfection menjadi responden dalam studi kasus ini. Data dikumpulkan dengan menyesuaikan tindakan yang dilakukan oleh perawat dengan panduan desinfeksi kulit oleh HIPKABI untuk bagian abdomen dan vagina yang masing-masing terdiri dari 10 indikator tindakan untuk melakukan desinfeksi kulit. Hasil: Hasil studi kasus ini menunjukkan bahwa seluruh perawat (100%) yang melakukan skin disinfection pada operasi laparoskopi kistektomi tidak melakukan reaplikasi cairan antiseptik berupa povidone iodine. Perawat mempersiapkan alat dan bahan (100%), melakukan kebersihan tangan (100%), mengenakan sarung tangan steril (100%), memposisikan pasien (100%), membersihkan area dari kotoran yang terlihat (100%), mengaplikasikan PVP-I sesuai area operasi (abdomen dan vagina) (100%), membiarkan PVP-I mengering (100%), melakukan penutupan area dengan duk steril (100%), dan membuang sampah ke tempat sampah infeksius (100%). Simpulan: Secara keseluruhan, perawat patuh dalam melaksanakan panduan skin disinfection namun tidak melakukan
reaplikasi cairan antiseptik meskipun terjadi pemanjangan durasi operasi.
| Item Type: | Experiment |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Desinfeksi Kulit, Perawat Kamar Bedah, Studi Kasus |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Nursing |
| Depositing User: | S.Hum Bekti Iskandar |
| Date Deposited: | 04 Sep 2025 03:02 |
| Last Modified: | 04 Sep 2025 03:02 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/37924 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
