KOERNIAWAN, AKBAR SETYO and Njatrijani, Rinitami and Triyono, Triyono (2025) TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENCAIRAN UANG PINJAMAN ONLINE (PINJOL) YANG NOMINALNYA TIDAK SESUAI DENGAN PERJANJIAN ANTARA PELAKU USAHA DAN KONSUMEN. _210 DG 2025. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
Akbar Setyo Koerniawan_COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (626kB) |
|
|
Text
Akbar Setyo Koerniawan_ABSTRAK.pdf Download (140kB) |
|
|
Text
Akbar Setyo Koerniawan_BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (307kB) |
|
|
Text
Akbar Setyo Koerniawan_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (350kB) |
|
|
Text
Akbar Setyo Koerniawan_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (378kB) |
|
|
Text
Akbar Setyo Koerniawan_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (182kB) |
|
|
Text
Akbar Setyo Koerniawan_DAFPUS.pdf Download (244kB) |
Abstract
Penelitian ini membahas permasalahan ketidaksesuaian nominal pencairan pinjaman online (pinjol) dengan perjanjian antara pelaku usaha dan konsumen, yang sering kali disebabkan oleh penerapan klausula baku yang merugikan konsumen. Fenomena ini tidak hanya melanggar ketentuan Pasal 18 ayat (1) dan (3) UU Perlindungan Konsumen, tetapi juga bertentangan dengan asas transparansi dan keadilan dalam perjanjian sebagaimana diatur dalam KUHPerdata.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian hukum terhadap praktik pencairan pinjaman online yang tidak sesuai perjanjian, serta mengidentifikasi upaya hukum yang dapat ditempuh konsumen terkait adanya permasalahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan
pendekatan deskriptif-analitis, memanfaatkan data sekunder melalui studi kepustakaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa praktik pencairan pinjaman yang tidak transparan dan penggunaan klausula baku yang merugikan konsumen masih sering terjadi, meskipun telah ada regulasi yang melarangnya. Konsumen yang
dirugikan dapat menempuh upaya hukum melalui jalur litigasi maupun non-litigasi, seperti gugatan ke pengadilan atau pengaduan ke BPSK dan LAPS SJK.
Penelitian ini menegaskan perlunya pengawasan lebih ketat dan implementasi regulasi yang konsisten untuk melindungi hak konsumen dan menciptakan industri pinjaman online yang adil dan transparan.
Kata Kunci: Klausula Baku; Perlindungan Konsumen; Pinjaman Online; Perjanjian Elektronik; Fintech.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Klausula Baku; Perlindungan Konsumen; Pinjaman Online; Perjanjian Elektronik; Fintech. |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Mr Perpus FH1 |
| Date Deposited: | 03 Sep 2025 01:14 |
| Last Modified: | 03 Sep 2025 01:14 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/37731 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
