DHAFIAN, FABBIANO ABHARI and Roisah, Kholis and Susetyorini, Peni (2025) ANALISIS YURIDIS PEMBERIAN DIPLOMATIC ASYLUM TERHADAP JORGE GLAS OLEH KEDUTAAN BESAR MEKSIKO DI EKUADOR BERDASARKAN HUKUM INTERNASIONAL. _051 HI 2025. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
Fabbiano Abhari Dhafian_COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (634kB) |
|
|
Text
Fabbiano Abhari Dhafian_ABSTRAK.pdf Download (219kB) |
|
|
Text
Fabbiano Abhari Dhafian_BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (385kB) |
|
|
Text
Fabbiano Abhari Dhafian_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (525kB) |
|
|
Text
Fabbiano Abhari Dhafian_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (499kB) |
|
|
Text
Edward Jeremiah Maruli Sitorus_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (125kB) |
|
|
Text
Fabbiano Abhari Dhafian_DAFPUS.pdf Download (232kB) |
Abstract
Diplomatic Asylum merupakan perlindungan yang diberikan oleh suatu negara di gedung perwakilan diplomatiknya kepada individu yang mengalami penganiayaan politik. Praktik diplomatic asylum terus menjadi sumber terjadinya perselisihan antara negara asal penerima suaka dan negara pemberi suaka. Kasus yang terjadi
pada 2024, yaitu Jorge Glas yang diberikan diplomatic asylum oleh Kedutaan Besar Meksiko pada saat Jorge Glas telah divonis bersalah oleh pengadilan Ekuador atas kasus korupsi. Ekuador berpendapat bahwa pemberian diplomatic asylum tersebut bertentangan dengan Pasal 3 Konvensi Caracas tahun 1954 tentang Suaka Diplomatik yang membuat Ekuador melakukan penangkapan di dalam gedung Kedutaan Besar Meksiko secara paksa. Penelitian ini membahas bagaimana persyaratan pemberian diplomatic asylum menurut hukum internasional dan bagaimana implikasi yang timbul terhadap hubungan diplomatik antara Ekuador dan Meksiko setelah pemberian suaka tersebut.
Penelitian yang digunakan yaitu penelitian yuridis normatif dengan menggunakan metode pendekatan konsep, pendekatan perundang-undangan, dan pendekatan kasus. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian, diplomatic asylum dapat dikatakan sah apabila individu yang meminta suaka dalam keadaan yang sangat mendesak dan keselamatannya terancam karena adanya penganiayaan yang didasarkan dengan alasan politik. Jorge Glas yang dijatuhi hukuman oleh pengadilan nasional Ekuador atas tindak pidana korupsi, maka pemberian diplomatic asylum kepada Jorge Glas menjadi tidak sah karena kejahatan yang dilakukan Jorge Glas merupakan tindak pidana umum, bukan politik. Peristiwa ini menyebabkan putusnya hubungan diplomatik antara Meksiko dan Ekuador. Pada akhirnya, baik Meksiko maupun Ekuador mengajukan gugatan ke Mahkamah Internasional.
Kata Kunci: Diplomatic Asylum, Jorge Glas, Hukum Internasional.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Diplomatic Asylum, Jorge Glas, Hukum Internasional. |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Mr Perpus FH1 |
| Date Deposited: | 03 Sep 2025 01:04 |
| Last Modified: | 19 Sep 2025 07:44 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/37721 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
