RUCHITA, KYLA LINTANG and Marjo, Marjo and Sukinta, Sukinta (2025) ANALISIS PELAKSANAAN HYBRID ARBITRASE DALAM SENGKETA FINTECH LENDING DI LEMBAGA ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA SEKTOR JASA KEUANGAN (LAPS SJK). _081 Acara 2025. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
Kyla Lintang Ruchita_COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
|
|
Text
Kyla Lintang Ruchita_ABSTRAK.pdf Download (113kB) |
|
|
Text
Kyla Lintang Ruchita_BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (278kB) |
|
|
Text
Kyla Lintang Ruchita_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (451kB) |
|
|
Text
Kyla Lintang Ruchita_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (746kB) |
|
|
Text
Kyla Lintang Ruchita_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (129kB) |
|
|
Text
Kyla Lintang Ruchita_DAFPUS.pdf Download (2MB) |
Abstract
Hybrid arbitrase dalam penyelesaian sengketa fintech lending di Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK) merupakan arbitrase yang dilaksanakan dengan penggabungan dua mekanisme pelaksanaan yaitu secara luring dan daring. LAPS SJK mengadopsi hybrid arbitrase merupakan respon terhadap kebutuhan mekanisme penyelesaian sengketa yang efisien dan adaptif terhadap perkembangan teknologi untuk meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi penyelesaian sengketa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlunya dilaksanakan hybrid arbitrase dalam penyelesaian sengketa fintech lending di Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan, mengetahui pelaksanaan hybrid arbitrase dalam penyelesaian sengketa fintech lending di Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan, serta mengetahui hambatan dalam pelaksanaan hybrid arbitrase dalam penyelesaian sengketa fintech lending di Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan dan upaya mengatasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui wawancara dengan pihak LAPS SJK, AFPI, dan advokat, serta studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan dan literatur terkait.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hybrid arbitrase merupakan solusi penyelesaian sengketa fintech lending karena kelebihannya dalam fleksibilitas dan efisiensi waktu serta biaya. Hybrid arbitrase di LAPS SJK, dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang No. 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian LAPS SJK No. 02 tentang Peraturan dan Acara. Hybrid arbitrase di LAPS menghadapi berbagai hambatan, baik yuridis maupun nonyuridis. Hambatan yuridis mencakup kekosongan pengaturan hybrid arbitrase dalam Undang-Undang Arbitrase dan APS dan potensi pelanggaran asas imparsialitas dalam struktur kelembagaan LAPS SJK, sedangkan hambatan non-yuridis, termasuk ketidakstabilan koneksi internet, ketimpangan infrastruktur teknologi, serta ancaman keamanan siber. Upaya mengatasinya mencakup pembaharuan Undang- Undang Arbitrase dan APS, harmonisasi peraturan perundang-undangan, back-up jaringan internet, pelatihan desentralisasi fasilitas, kolaborasi antar lembaga untuk memberikan edukasi literasi digital dan teknologi kepada masyarakat, serta pengembangan pusat data yang aman.
Kata Kunci : Hybrid Arbitrase, Fintech Lending, APS, LAPS SJK
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hybrid Arbitrase, Fintech Lending, APS, LAPS SJK |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Mr Perpus FH1 |
| Date Deposited: | 25 Aug 2025 08:38 |
| Last Modified: | 03 Sep 2025 06:56 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/37344 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
